Startup perintis VR Leap Motion tolak Apple

Meski perusahaan rintisan tersebut merupakan salah satu pemain pertama di industri VR, mereka berjuang untuk bersaing dengan banyak kompetitor.

Startup perintis VR Leap Motion tolak  Apple Source: 9To5Mac

Akhir tahun lalu ada laporan mengklaim bahwa Apple telah membuat penawaran USD50 juta (Rp720 miliar) untuk mengakuisisi startup virtual reality (VR) Leap Motion. Baru-baru ini The Wall Street Journal melaporkan bahwa Leap Motion telah setuju untuk menjualnya kepada pesaingnya yang berbasis di Inggris, UltraHaptics.

Menurut laporan, kesepakatan Leap Motion dengan UltraHaptics dikatakan bernilai sekitar USD30 juta (Rp432 miliar). Dilansir dari 9To5Mac (30/5), perusahaan itu bernilai USD300 juta (Rp4,3 triliun) pada tahun 2013 setelah mendapatkan investasi dari banyak pemodal ventura Silicon Valley.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Algoritma baru bisa ciptakan suara VR lebih nyata

VR HTC bisa terhubung ke PC via Wifi 5 GHz

Facebook bakal hadirkan gim VR khusus perangkat Oculus


Meski perusahaan rintisan tersebut merupakan salah satu pemain pertama di industri VR, mereka berjuang untuk bersaing dengan banyak kompetitor. 

Penawaran Apple pada 2018 untuk Leap Motion dilaporkan bernilai antara USD30 juta dan USD50 juta. Kesepakatan itu dilaporkan mencapai tahap akhir, dengan Apple mengirimkan dokumen resmi. Namun pada akhirnya pendiri Leap, David Holz dan Michael Buckwald membatalkan kesepakatan itu.

Holz secara khusus telah membuat komentar yang sangat anti-Apple pada beberapa kesempatan. Salah satu pendiri Leap mengatakan kepada perwakilan Apple bahwa mereka tidak lagi inovatif dan mengatakan teknologinya “payah”. Dia juga dilaporkan menyebut Apple sebagai “iblis”. Komentar ini diyakini telah berperan dalam runtuhnya akuisisi Apple terhadap Leap.

Holz dilaporkan akan bergabung dengan UltraHaptics sebagai bagian dari perjanjian, sementara Buckwald akan meninggalkan perusahaan. UltraHaptics juga dilaporkan akan merekrut staf teknik Leap dari sekitar belasan orang, serta paten dan kekayaan intelektual lainnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: