Startup asal Indonesia, Pomona mendapatkan pendanaan seri A-2

Dikabarkan, Pomona kembali mendapatkan pendanaan seri A-2 dari beberapa venture besar dengan nilai Rp42 miliar.

Startup asal Indonesia, Pomona mendapatkan pendanaan seri A-2

Pomona, perusahaan rintisan Indonesia yang menciptakan perangkat lunak pemasaran dan penjualan omnichannel untuk beberapa merek konsumen, hari ini mengumumkan telah mendapat pendanaan Seri A-2 sebesar USD3 juta atau Rp 42 miliar yang dipimpin oleh Vynn Capital. Pendanaan ini juga termasuk partisipasi dari investor baru Ventech China dan Amand Ventures, serta Stellar Kapital dan Central Capital Ventura yang ikut bergabung kembali.

Setelah sebelumnya perusahaan tersebut telah mengikuti putaran pra-A yang dirahasiakan, Pomona yang merupakan perusahaan startup asal Indonesia kembali mendapatkan pendanaan yang cukup serius.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Startup pertanian di Indonesia, kecil tapi layak didukung

Grab targetkan 50 GrabKitchen tersebar di 2019

Grab bakal merger Ovo dan Dana demi saingi Gojek


Satu pendiri dan CEO Benz Budiman menjelaskan, setelah mendapatkan pendanaan, mereka dapat melakukan ekspansi bisnis mereka. Saat ini, perusahaan bekerja dengan lebih dari 50 merek, termasuk Unilever, Japfa, Presiden ABC, Sosro, Frisian Flag dan Sungai Budi.

“Untuk merek, kami ingin memberikan lebih banyak informasi dan poin data sehingga mereka dapat lebih memahami konsumen lokal Indonesia dan menyesuaikan strategi keterlibatan mereka untuk meningkatkan efisiensi penjangkauan, memangkas biaya dan lebih baik memenuhi kebutuhan mereka,” kata Benz, seperti dikutip dari laman Techcrunch (24/7/2019).

Perusahaan ini juga memiliki rencana untuk berekspansi ke pasar baru di Asia Tenggara, tetapi saat ini mereka masih menyembunyikan negara mana saja yang mereka incar.

Didirikan pada tahun 2016 oleh Budiman dan CTO Ari Suwendi, perangkat lunak Pomona memungkinkan merek untuk menawarkan insentif cashback kepada konsumen Indonesia dan memiliki alat untuk menganalisis keterlibatan pelanggan, konversi penjualan offline dan efektivitas kampanye pemasaran dan iklan.

Aplikasi ini dikembangkan secara khusus untuk merek dalam dua kategori: barang kemasan konsumen, seperti perlengkapan mandi dan perlengkapan kebersihan, dan barang kemasan konsumen yang bergerak cepat, atau barang dengan umur simpan yang pendek dan pergerakan yang tinggi seperti makanan dan barang musiman.

Solusi Pomona memungkinkan pelanggan menukarkan cashback dengan memindai tanda terima dengan aplikasi Pomona, atau mitranya dapat menggunakan solusi label-putih Pomona untuk membuat cashback mereka sendiri.

Selain meningkatkan penjualan, solusi Pomona dapat membantu meningkatkan tingkat konversi offline-ke-online, karena sebagian besar pembelian masih dilakukan di toko fisik. Ini memberi perusahaan cara baru untuk memeriksa apa yang memotivasi keterlibatan pelanggan dan perilaku pembelian mereka.

Dalam sebuah pernyataan pers, mitra pendiri Vynn Capital, Victor Chua mengatakan, “Sebagai pendorong utama konsumsi swasta di Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar yang semakin penting untuk merek global. Memahami sifat-sifat perilaku konsumen lokal sangat penting untuk merek memasuki dan beroperasi di pasar yang dinamis ini karena konsumen menjadi lebih berpendidikan dan preferensi dalam pilihan pengeluaran mereka."

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Startup