Ransomware serang lembaga pemerintah Texas

Pemerintah kota terkadang menjadi target utama karena tidak selalu memiliki sumber daya untuk melawan dan menghindari kejahatan sejenis ini.

Ransomware serang lembaga pemerintah Texas Source: Pexels

Serangan ransomware terhadap pemerintah masih merupakan masalah yang konkret, ini terjadi pada salah satu negara bagian di Amerika Serikat, yakni Texas. Negara bagian ini mengungkapkan bahwa 23 entitas pemerintah telah melaporkan serangan ransomware pada 16 Agustus. Sebagian besar adalah “pemerintah daerah yang lebih kecil,” kata Departemen Sumber Daya Informasi.

Sejauh ini, Texas belum menyebutkan nama institusi karena masalah keamanan. Tim keamanan belum mengidentifikasi pelakunya. Namun, bukti sampai saat ini menunjuk ke “aktor ancaman” yang menyerang semua entitas.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Hati-hati pemain Fortnite, ada malware berkedok cheat!

Sistem pengenalan wajah Biometric Exit siap identifikasi penumpang

Sistem komputer parlemen Australia diretas


Dilansir dari Engadget (18/8), serangan ransomware biasanya datang dari organisasi kriminal yang berharap mendapat tebusan dengan cepat. Pemerintah kota terkadang menjadi target utama karena tidak selalu memiliki sumber daya untuk melawan dan menghindari pembayaran.

Insiden tersebut dianggap sebagai prioritas tinggi. Selain beberapa lembaga negara yang menawarkan dukungan, kasus ini juga melibatkan Departemen Keamanan Dalam Negeri, FBI, FEMA, dan mitra keamanan tingkat federal lainnya.

Tidak jelas bagaimana pejabat berniat merespons, apalagi dengan tingkat kerusakan yang terjadi. Meskipun demikian, serangan itu mungkin memicu beberapa tindakan. Dalam banyak kasus, penyerang ransomware mengeksploitasi kerentanan (kadang-kadang dengan menggunakan alat NSA) atau pekerja yang tidak memahami bahaya serangan phising. Kasus seperti inilah yang menjadi contoh pentingnya memodernisasi jaringan pemerintah dan mendidik staf agar dapat mencegah ransomware menginfeksi sistem.

Berbicara seputar ransomware, belum lama ini serangan tersebut juga dikabarkan berpotensi menyerang kamera DSLR. Ia menyerang kartu SD sehingga pengguna tidak dapat mengaksesnya. Jalur untuk menyeranganya terjadi melalui konektivitas Wi-Fi, yang mana sudah banyak kamera DSLR yang memiliki konektivitas tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: