Qualcomm : Ada empat calon frekuensi jaringan 5G

Qualcomm menyebut, dalam ajang Konferensi Komunikasi Radio Dunia (WRC) mendatang, frekuensi 3,5Ghz, 28Ghz, 26Ghz serta 4,0Ghz jadi frekuensi favorit untuk jaringan 5G.

Qualcomm : Ada empat calon frekuensi jaringan 5G Qualcomm

Jaringan telekomunikasi mobile generasi kelima alias 5G sudah di depan mata. Sebentar lagi masyarakat dunia, termasuk Indonesia akan segera merasakan jaringan yang memiliki kelebihan di kecepatan dan latensi rendah tersebut.

Tapi, hingga saat ini masih belum ada kepastian soal frekuensi mana yang akan digunakan oleh semua negara di dunia. Hal ini masih akan dibahas di Konferensi Komunikasi Radio Dunia (WRC).


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Qualcomm akan bawa modem 5G ke chipset Snapdragon seri 6 dan 7

Bocoran hasil benchmark Snapdragon 865, calon chipset flagship baru

Snapdragon 855 dapat sertifikasi keamanan setara kartu kredit


Meski belum dapat dipastikan, Qualcomm menyebut bahwa mereka sudah memiliki bocoran mengenai apa yang akan dibahas di konferensi yang dijadwalkan berlangsung di Mesir, Oktober 2019.  Director Government Affair for South East Asia & Pacific Qualcomm, Nies Purwati menyebutkan ada tiga frekuensi jaringan yang akan didiskusikan.

“Akan ada tiga calon frekuensi, yakni 3,5Ghz, 28Ghz, 26Ghz serta 4,0Ghz,” kata Nies pada saat acara diskusi wartawan acara Welcoming 5G Roadmap, Benefit & Challenge di Jakarta, Kamis (22/8/2019). “Sayangnya, di Indonesia itu jaringan 3,5GHz bentrok dengan satelit yang ada di Indonesia.”

Dia juga mengatakan, selain 3,5Ghz, kandidat lain yang bisa digunakan oleh Indonesia ada di 26Ghz. “Semoga jaringan yang ada di frekuensi tersebut lebih bersih (ketimbang yang ada di jaringan 3,5Ghz).”

“Kami senang sudah banyak operator yang melakukan uji coba jaringan (5G). Tinggal pemerintah menentukan frekuensi mana yang bisa digunakan karena jaringan 5G harus low dan high frequency band,” tegas Nies.

Sementara itu, perusahaan asal Amerika tersebut menyatakan kesiapan mereka dalam menyediakan perangkat jaringan 5G. “Kami sudah memiliki produk dan ekosistem, kami sudah bisa mendukung jaringan 5G.”

Sayangnya, saat ditanya pendapat kapan 5G baru akan bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia, Nies masih enggan untuk menjawabnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
5G Qualcomm