sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
Kamis, 01 Jul 2021 13:04 WIB

Perselisihan Epic dan Apple makin meluas

Dalam persidangan antara Epic Games dan Apple, masalah yang terjadi malah meluas ke pengembang lain di App Store.

Perselisihan Epic dan Apple makin meluas

Perselisihan antara Epic Games dengan Apple merupakan salah satu topik yang menarik perhatian. Sebab, dari perselisihan ini terlihat bahwa Apple seakan menguasai para pengembang aplikasi di bawah naungan Apple Store.

Dalam persidangan terbaru antara keduanya  menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satu yang penasaran adalah Hakim Yvonne Gonzales Rogers, dimana dalam persidangan mengajukan beberapa pertanyaan tajam kepada Tim Cook tentang hubungan Apple dengan pengembangnya. 

Yvonne berkata, mengutip survei internal pengembang, dia mencatat 39 persen dari mereka menunjukkan tidak senang dengan distribusi App Store. Cook tampaknya terperangah dengan pertanyaan itu. 

Dia mengatakan Apple telah menolak banyak aplikasi dan "gesekan", dimana bisa menjadi hal yang baik bagi pengguna. Yvonne menjawab dengan tegas, menyebut Cook tidak merasakan tekanan atau persaingan untuk mengubah cara dia bertindak dalam mengatasi masalah pengembang.

Engadget (1/7) mengatakan, pertanyaan tersebut seolah-olah membuat antimonopoli Epic Games terhadap Apple lebih ke pengembang aplikasi Apple dengan perusahaan tersebut. Tentu saja, ini bukan perkara mudah.

Persidangan ini sebenarnya dimulai karena Epic Games melakukan bypass pembelian V-bucs karena merasa tidak adil mendapatkan potongan 30 persen (sekarang Apple menurunkannya menjadi 15%) saat pengguna membel melalui App Store.

Hal ini dirasakan oleh banyak pengembang selain Epic Games. Beberapa pengembang terkemuka lainnya, sudah lama kesal dengan komisi 30 persen Apple, atau pajak "App Store" dan menyebutnya tidak adil.

Selain itu, mereka juga mengatakan Apple tampaknya memperlakukan beberapa pengembang secara berbeda dari yang lain. Misalnya, dokumen yang digali selama uji coba merinci bagaimana Apple berusaha keras untuk mencegah Netflix mencabut pembelian dalam aplikasi dari aplikasinya.

Setelah mempertimbangkan "tindakan hukuman" terhadap Netflix, Apple malah menawarkan API khusus Netflix yang tidak dapat diakses oleh sebagian besar pengembang. Itu juga menggantung kemungkinan promosi tambahan di App Store atau bahkan di toko ritel fisiknya.

Sementara itu, pengembang game tidak punya pilihan selain membayar "pajak" Apple. Tidak hanya itu, aturan Apple melarang mereka bahkan memperingatkan pengguna bahwa mereka mungkin dapat melakukan pembelian yang sama di tempat lain dengan harga lebih murah.

Kasus ini menyentuh masalah lain yang telah lama menjadi sumber frustasi pengembang dengan raksasa asal Cupertino itu, dan bukan hanya untuk raksasa seperti Netflix. Epic juga menyoroti keluhan pengembang umum seputar iklan pencarian App Store, aplikasi penipuan, dan proses peninjauan Apple yang seringkali tidak dapat dipahami.

Pengembang aplikasi yoga Down Dog berbicara panjang lebar tentang bagaimana kebijakan buram Apple dapat berdampak besar pada pengembang. 

Misalnya, dia mengatakan Apple telah berulang kali menolak pembaruan aplikasi karena alasan yang tampaknya aneh, seperti menggunakan warna yang "salah" pada halaman login. Dalam satu kesempatan, pembaruan ditolak karena pengulas App Store tidak dapat menemukan integrasi aplikasinya dengan aplikasi kesehatan milik Apple.

Dia kemudian menyadari itu karena pengulas sedang menguji di iPad, yang tidak mendukung aplikasi Kesehatan. Jenis keluhan ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar pengembang. Bukan hal yang aneh bagi Apple untuk berdalih tentang penempatan tombol tertentu, atau beberapa fitur kecil lainnya. 

Masalah yang tampaknya kecil ini dapat berlarut-larut selama berhari-hari atau berminggu-minggu, seperti yang berulang kali ditunjukkan Epic. Tapi jarang pertengkaran seperti itu meluas ke hadapan publik.

Persidangan itu juga mengangkat isu-isu lain yang lebih mendasar. Seorang saksi Epic bersaksi bahwa margin operasi untuk App Store adalah 78 persen. Apple membantah hal tersebut tetapi tidak memberikan bukti. Tim Cook dan eksekutif lainnya menyatakan mereka tidak tahu berapa banyak uang yang dihasilkan App Store.

Sampai saat ini, pertarungan antara Epic Games dan Apple masih terus berlanjut.

Share
×
tekid
back to top