Pengguna harian Instagram Stories tembus 500 juta

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengumumkan Instagram Stories telah melampaui 500 juta pengguna harian.

Pengguna harian Instagram Stories tembus 500 juta (Foto: Art Storefronts)

CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengumumkan Instagram Stories telah melampaui 500 juta pengguna harian. Angka ini diungkapkan Zuckerberg selama laporan pendapatan Facebook untuk kuartal keempat tahun fiskal 2018.

Instagram Stories sendiri mulai diperkenalkan pada pertengahan 2017. Fitur jiplakan dari Snapchat ini bahkan digunakan hingga mampu melampaui jumlah pengguna fitur serupa di aplikasi besutan Evan Spiegel tersebut.


BACA JUGA

Kamera Galaxy S10 punya mode khusus Instagram

Caption Instagram untuk hubungan jarak jauh

Pengguna Instagram bisa berdonasi lewat fitur IG Stories


Dalam kesempatan yang sama Zuck mengungkapkan rencana untuk produk dan layanannya tahun ini. Salah satu hal penting yang menjadi fokus Facebook adalah enkripsi end-to-end untuk produknya. Fitur keamanan itu juga akan aktif secara default. Zuck juga menyebut rencana mereka akan membuat lebih banyak produk yang berorientasi pada privasi data pengguna.

Dukungan pembayaran melalui aplikasi akan diperluas ke lebih banyak negara selain India. Sayangnya terkait rencana ini tak diumbar secara rinci. Grup dan Stories selanjutnya akan mendapat pengalaman baru dengan fokus berbagi namun secara pribadi. Raksasa media sosial itu pun berencana meningkatkan pengalaman pengguna saat mereka berinteraksi dengan kelompok dan komunitas di seluruh ekosistem produknya.

Hal lain yang difokuskan Facebook termasuk mendorong adopsi Watch sebagai platform video, mencakup peningkatan pengalaman augmented reality dan virtual reality. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Oculus Quest dijadwalkan untuk dikirimkan di musim semi.

Lebih lanjut Facebook mengumumkan kini perusahaannya memiliki 2,7 miliar pengguna bulanan di seluruh produknya termasuk Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp. Dibalik ekosistem yang terus tumbuh, Zuckerberg mengakui perusahaan yang melakukan kesalahan. Kendati demikian Facebook menyebut telah mengatasi masalah utamanya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: