sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
Minggu, 24 Nov 2019 10:45 WIB

Pantaskah Redmi Note 8 Pro disebut smartphone gaming?

Dibanderol dengan harga paling terjangkau saat ini, Redmi Note 8 Pro dapat memberikan pengalaman bermain gim yang cukup memuaskan.

Jika membicarakan tentang smartphone gaming, tentu beberapa dari kalian beranggapan bahwa smartphone tersebut haruslah mengemas berbagai spesifikasi tinggi dan harganya juga tidak murah. Mudahnya, smartphone gaming pasti memiliki spesifikasi dapur pacu yang sangat tinggi.

Apa itu smartphone gaming?

Menurut hindustantimes, smartphone gaming pada dasarnya adalah smartphone yang dirancang dengan fitur-fitur khusus baik dari sisi software dan hardware untuk menunjang pengalaman bermain gim. Bisa dikatakan smartphone gaming adalah smartphone flagship dengan dukungan fitur khusus.

Sebagai contoh, beberapa vendor sudah mengeluarkan smartphone gaming mereka. Sebut saja Razer yang sudah meluncurkan seri kedua dari Razer Phone.

Smartphone flagship ini dibekali prosesor Snapdragon 845, GPU Adreno 630, memori 8GB LPDDR4X dengan kapasitas penyimpanan internal sebesar 64GB. Sebagai fitur dukungan, Razer membekali smartphone ini dengan teknologi pendingin Vapor Chamber Cooling serta dukungan layar 120Hz UltraMotion.

Sementara Asus tengah bersiap untuk meluncurkan seri kedua smartphone gaming mereka pada seri ROG. ROG Phone membawa spesifikasi dapur pacu yang lebih tinggi lagi serta menawarkan desain yang menarik.

Seri kedua ROG Phone ini akan mengusung prosesor Snapdragon 855 Plus, GPU Adreno 640, memori 12GB LPDDR4x, storage hingga 1TB. Sebagai fitur dukungannya, ROG Phone II akan didukung dengan layar AMOLED 120Hz/1ms, baterai berkapasitas 6000mAh, speaker Dual Surrounding serta beberapa perangkat tambahan seperti AeroActive Cool II sebagai dukungan pendinginan.

Dua vendor lain adalah Black Shark dan Nubia, yang masing-masing mengenalkan Black Shark 2 serta Red Magic 3s. Kedua perangkat ini juga menggunakan prosesor Snapdragon 855 Plus, GPU Adreno 640, RAM 12GB serta kapasitas kapasitas penyimpanan sebesar 256GB.

Sama seperti dua smartphone gaming di atas, keduanya juga didukung teknologi Liquid Cooling untuk mengoptimalkan suhu prosesor. Kesamaan lain dari keempat perangkat di atas adalah keempat perangkat tersebut dibanderol pada kisaran harga yang cukup tinggi, sekitar Rp6 juta sampai kisaran Rp12 jutaan.

Prosesor gaming untuk kelas menengah

Ditengah maraknya popularitas smartphone gaming, dua vendor prosesor mobile menghadirkan prosesor baru khusus gaming. Namun, baik Qualcomm dan MediaTek merilis prosesor yang ditujukan untuk kelas menengah.

Snapdragon mengenalkan seri 730G yang dibangun pada proses fabrikasi 8nm dengan dukungan GPU Adreno 618 serta arsitektur baru Qualcomm® Kryo™ 470. Prosesor ini diklaim akan meningkatkan pengalaman bermain gim karena dibekali fitur Elite Gaming milik Snapdragon.

Sementara MediaTek Helio G90T menggunakan arsitektur ARMv8.2-A (64-bit) dengan proses fabrikasi 12FFC ( FinFET Compact Technology) yang terdiri dari 2 chip Arm Cortex-A76 @2.05 GHz dan 6 chip Arm Cortex-A55 @2.0 GHz. Prosesor ini mengombinasikan cache L3 yang besar untuk meningkatkan performa multi-threadednya hingga 9 persen dari prosesor kompetitor.

Hadirnya prosesor ini bisa saja menggeser pengertian kenapa sebuah smartphone bisa disebut sebagai smartphone gaming. Poin dimana smartphone gaming harus menggunakan seri prosesor flagship tidak lagi relevan. Toh dua prosesor ini khusus ditujukan untuk bermain gim. Hanya saja tentunya ada perbedaan kekuatan dan kemampuan dari kedua smartphone gaming kelas menengah ini, jika dibandingkan dengan prosesor flagship.

Nah pertanyaannya adalah seperti apa kemampuan dari kedua prosesor tersebut?

Untuk mendapatkan gambaran kinerja produktivitas prosesor Helio G90T, kami menjalankan pengujian menggunakan aplikasi benchmark. Sebagai pembanding, kami juga sertakan skor pengujian Snapdragon 703G.

Dari beberapa pengujian yang kami lakukan, baik Helio G90T dan Snapdragon 730G memiliki skor yang dapat menggungguli satu sama yang lain di beberapa judul pengujian. Namun, sebagian besar pengujian tersebut dimenangkan oleh Snapdragon 730G, meski skornya tidak berbeda jauh.

Melihat perolehan skor di beberapa pengujian menunjukan keunggulan Snapdragon 730G, namun dari pengalaman bermain gim MediaTek bisa memberikan pengalaman yang cukup baik. Pergerakan karakter cukup lancar, pergeseran layar juga terasa mulus.

Hal ini dibuktikan dengan pengalaman bermain gim yang tetap lancar di pengaturan rendah atau tinggi. Pada pengaturan grafis Smooth dan frame rate Extreme, Helio G90T pada Note 8 Pro dapat mendapatkan rerata frame rate stabil diangka 48 fps. Sementara pada pengaturan grafis HDR dengan frame rate Ultra, rerata frame rate-nya ada di angka 39-40 fps.

Jadi apa Note 8 Pro pantas disebut sebagai smartphone gaming?

Menurut kami, Note 8 Pro bisa disebut sebagai smartphone gaming yang terjangkau. Hal ini berdasarkan pada kenerja prosesor Helio G90T yang cukup memuaskan untuk memainkan gim yang sedang populer saat ini, yakni PUBG Mobile.

Selain itu, Redmi Note 8 Pro juga dibekali dengan fitur-fitur dukungan untuk menunjang pengalaman saat bermain gim. Seperti teknologi pendingin LiquidCool yang dipakai pada smartphone gaming flagship lain dan software yang mendorong performa dari perangkat tersebut.

Nah satu hal yang paling menarik adalah untuk mendapatkan pengalaman bermain gim yang lancar, kalian tidak perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli smartphone flagship. Karena kenyataannya Note 8 Pro adalah smatphone dengan kemampuan gaming oke yang paling terjangkau untuk saat ini serta dibanderol dengan harga mulai Rp 3.499.000.

Editor
Share
×
tekid
back to top