sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id oppo
Sabtu, 18 Apr 2020 13:54 WIB

Orang Indonesia mulai sering tinggalkan rumah selama pandemi

Data terakhir yang dirilis Google menunjukkan adanya peningkatan kunjungan warga Indonesia ke beberapa lokasi seperti restoran dan pusat perbelanjaan .

Orang Indonesia mulai sering tinggalkan rumah selama pandemi
Ilustrasi

Google sebelumnya sudah merilis informasi mengenai pola pergerakan orang selama masa pandemi ini berlangsung. Sebelumnya kami sudah memberitakan mengenai pola pergerakan orang Indonesia sampai akhir Maret lalu. Kini Google merilis update-nya. 

Dalam update itu, ada beberapa perubahan yang terjadi seiring berjalannya waktu. Kebanyakan jumlah penurunan kunjungan ke beberapa lokasi justru berkurang. Artinya, orang Indonesia sudah mulai kembali melakukan aktivitas di luar ruangan, walaupun belum pulih sepenuhnya. 

Data yang diberikan Google mencatat perubahan sampai 11 April lalu. Baseline yang ditetapkan juga sama, yakni dari periode 3 Januari hingga 6 Februari 2020. Aspek yang diteliti pun belum berubah, berkisar pada Retail & recreation, Grocery & pharmacy, Office hingga kecenderungan untuk tetap tinggal di dalam rumah. 

Bagaimana perubahan yang terjadi di Indonesia

Sebagaimana sudah disebut, aktivitas kunjungan orang ke tempat-tempat tertentu kembali mengalami kenaikan. Misalnya pada kunjungan ke lokasi seperti restoran dan pusat perbelanjaan mengalami peningkatan di hari kerja. Kemudian penurunan kembali terjadi di akhir pekan. Data terakhir yang dikumpulkan Google, penurunan yang tadinya berjumlah 47% menjadi 43% pada 11 April 2020. 

Peningkatan juga terjadi di beberapa sektor lain, seperti kunjungan ke pasar dan apotek meningkat menjadi 24% dari sebelumnya 27%. Peningkatan sebanyak 6% juga terjadi di kunjungan ke taman dan lokasi umum. Jumlahnya menjadi 46% dari sebelumnya 52%. 

Kendati begitu, ada beberapa sektor yang meningkat jumlah penurunannya, misalnya pada kunjungan ke kantor dan kecenderungan untuk tinggal di dalam rumah. Jika dibandingkan dengan data sebelumnya, kunjungan ke kantor berkurang sampai dua kali lipat, menjadi 30%. Sayangnya hal itu ternyata tidak dibarengi dengan peningkatan signifikan pada kecenderungan orang untuk tinggal di dalam rumah. Kemungkinan besar, pengurangan kunjungan ke kantor ini justru dimanfaatkan untuk mengunjungi tempat-tempat lain ketimbang harus berdiam diri di dalam rumah. 

Berikut ini perbandingan lengkap data dari bulan Maret dan 11 April 2020: 

Perbandingan pola pergerakan masyarakat Indonesia pada bulan Maret dan April


Lantas bagaimana dengan pola pergerakan Jakarta dan sekitarnya? 

Google pun merinci data-data tersebut dalam kluster-kluster berdasarkan provinsi di Indonesia. Menurut situs KawalCovid19 yang diakses pada (18/4), pukul 11:36 WIB, Jakarta dan Jawa Barat memiliki laporan kasus paling banyak di Indonesia. Dari 5923 kasus yang ada di Tanah Air, Jakarta memiliki 2815 kasus, sementara Jawa Barat memiliki 632 kasus yang terdeteksi. 

Statistik pola pergerakan warga Jakarta selama pandemi corona

Di Jakarta, pengurangan kunjungan ke restoran dan tempat rekreasi berkurang sampai 63% dalam data yang dirilis Google. Jumlah ini lebih besar ketimbang rata-rata pengurangan di sektor yang sama di Indonesia. Dibandingkan dengan data keseluruhan, orang Jakarta cenderung konsisten untuk tetap tidak mengunjungi tempat-tempat itu. 

Jika melihat fluktuasi pergerakan orang Jakarta, tampaknya kebijakan PSBB yang mulai berlaku cukup berhasil untuk memaksa warga tidak mengunjungi area-area keramaian. Rata-rata penurunan drastis terjadi pada pekan kedua April, yakni dimana pemerintah kota Jakarta mulai memberlakukan PSBB. Setelahnya peningkatan masih terjadi namun dalam persentase yang tidak terlalu besar. 

Di Jakarta, penurunan paling besar terjadi di sektor transportasi. Hingga 11 April, penurunan yang terjadi sebesar 69%. Artinya selama masa ini, tidak banyak orang yang mengakses angkutan umum dari lokasi-lokasi transit seperti terminal atau stasiun. Angka orang yang berdiam diri dalam rumah juga terus meningkat. Terakhir, Google mencatat peningkatan sebesar 22% dari baseline

Hal yang sedikit berbeda terjadi di Jawa Barat. Di provinsi ini, kunjungan ke lokasi-lokasi seperti restoran dan tempat publik lainnya hanya berkisar di 43% saja. Penurunan terbesar terjadi pada pekan terakhir Maret. Itu pun tidak berlangsung lama. Kawasan ini mengalami kenaikan dan penurunan kunjungan yang tidak terlampau besar setelahnya. 

Statistik pola pergerakan warga Jawa Barat selama pandemi corona

Sama halnya dengan Jakarta, di Jawa Barat akses ke terminal dan stasiun berkurang cukup drastis. Hingga 11 April, pengurangan yang terjadi adalah 60% dari baseline. Namun persentase kecenderungan orang untuk tetap di rumah tidak sebesar Jakarta, yakni hanya berkisar di 18% saja. Kemungkinan besar, di Jawa Barat - termasuk juga Jakarta - orang cenderung bepergian menggunakan kendaraan pribadi ketimbang mengandalkan angkutan publik. 

Yang menarik adalah, pola pergerakan yang hampir identik terjadi di sektor kunjungan ke kantor. Di Jakarta, hingga 11 April, penurunan yang terjadi adalah 43%, sementara di Jawa Barat sebesar 31%. Namun jika melihat grafik pergerakan setiap minggunya, lonjakan kunjungan ke tempat kerja terjadi setiap awal pekan, kemudian turun dan menjadi stagnan sampai akhir pekan. Pola itu berlangsung selama dua pekan. 

Kemungkinan besar ini terjadi pada sektor-sektor pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan dari rumah. Misalnya mitra ojol, pengemudi angkutan umum, petugas medis dan masih banyak lagi. Agak mustahil bagi pekerja di sektor itu untuk tetap produktif selagi tetap di dalam rumah. 

Semoga saja, sajian angka-angka ini dapat memberikan cukup gambaran bagaimana perilaku warga dalam menghadapi dan mencegah kemungkinan penyebaran corona lebih lanjut lagi. Warga pun sebaiknya memperhatikan pola pergerakan ini sebagai refleksi untuk menggencarkan upaya PSBB yang digaungkan pemerintah. Toh, ini untuk kebaikan kita semua. Baiknya, kita juga mendukung mereka yang tidak dapat bekerja dari rumah. Gotong royong dan saling menolong untuk melewati masa pandemi ini. Bukankah itu ciri khas bangsa kita?

Share
×
tekid
back to top