Olah data mampu ciptakan daya saing perusahaan

Olah data yang baik di zaman digitalisasi seperti ini, bisa jadi ujung tombak bagi daya saing perusahaan

Digitalisasi dan penggunaan aplikasi yang marak di ponsel pintar membuat kita berada di era big data. Saat ini, sangat umum bagi pelanggan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum masuk ke sebuah aplikasi. Minimal, sign in menggunakan akun Facebook.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

British Airways hadapi denda pelanggaran data terbesar

Facebook masih incar data pengguna dari berbagai aplikasi ternama

Teknologi analisis data 4D Analytics dan penerapannya di Indonesia


Erwin Sukatio, President Director Teradata Indonesia yang baru.

Di era big data, data pelanggan dengan mudah didapatkan perusahaan, akan tetapi apa gunanya data tersebut bagi perusahaan? Menurut President Director Teradata, Erwin Sukiato, data mampu membuat daya saing bagi sebuah perusahaan.

"Data itu jadi ujung tombak bagi perusahaan. Diferensiasi (pembeda) itu mereka bisa dapat dari data yang diolah," ujar Erwin.

Olah data zaman dahulu dengan masa kini menurut Erwin sudah bergeser. Zaman dahulu, olah data dipakai untuk menghasilkan prediksi. Kini data berguna untuk kepentingan analisa (preskriptif). Data preskiptif inilah yang mampu memberi arahan bagi perusahaan untuk bergerak lebih jauh lagi.

Teradata melihat tren layanan dan jasa perusahaan analis seperti mereka akan berubah seiring permintaan konsumen. Saat ini konsumen Teradata memilih berinvestasi dalam bentuk berlangganan. Solusi teknologi seperti software olah data maupun cloud misalnya, saat ini trennya sudah bergeser ke arah subscribtion. Dahulu, solusi teknologi semacam ini pelanggan beli untuk sekali pakai.

Dengan model bisnis berlangganan seperti ini, solusi yang ditawarkan perusahaan IT jadi lebih terjangkau dan fleksibel. Kalau ada kustomisasi pun, pelanggan bisa menambah sesuai kebutuhan. Bagi perusahaan ini mengurangi cost infrastuktur IT yang dahulu perlu alokasi biaya tinggi.

Indonesia sendiri merupakan pasar B2B yang penting, terutama bagi pemain solusi IT. Perusahaan telekomunikasi dan perbankan merupakan klien potensial.

Kendati begitu, perusahaan di Indonesia memiliki kualitas data yang masih rendah. Menurut Erwin, tata kelola dalam data-data perusahaan di Indonesia masih kurang rapi. Itu adalah isu yang kini masih menjadi tantangan bagi perusahaan di Indonesia. Hal yang paling sering ditemukan oleh Teradata dalam pelanggan mereka adalah duplikasi data yang kurang efektif hingga menjadi sampah data.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: