Microsoft anjurkan update keamanan Windows 10 terkait kerentanan
Badan Keamanan Nasional mengungkapkan kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh peretas untuk membuat perangkat lunak berbahaya.
Microsoft segera meluncurkan perbaikan keamanan untuk Windows 10 setelah mendapati laporan dari Badan Keamanan Nasional AS (NSA). Respons cepat ini sebagai bentuk komitmen perusahaan demi memberikan tingkat keamanan bagi sistem operasinya.
Kerentanan yang ditemukan NSA tergolong berbahaya. NSA mengungkapkan kerentanan yang ditemukan bersifat serius, karena dapat digunakan untuk membuat perangkat lunak berbahaya yang dianggap yang sah oleh sistem keamanan pada sistem operasi tersebut.
Microsoft juga menjelaskan kemungkinan terburuk jika kerentanan tersebut berhasil dieksploitasi adalah hacker atau penyerang akan dapat melakukan man-in-the-middle attacks dan mendekripsi informasi rahasia.
Namun, Microsoft mengatakan belum melihat bukti bahwa peretas telah menggunakan teknik yang ditemukan oleh NSA tersebut. Meski begitu, mereka tetap mengambil langkah cepat dengan segera menutup celah kerentanan dengan meluncurkan pembaruan.
- Microsoft Luncurkan Scout, Asisten AI yang Belajar dari Kebiasaan Pengguna
- Microsoft Perkuat Infrastruktur AI Indonesia untuk Sektor Keuangan dan Pendidikan
- Migrasi 200 Terabyte Data ke Microsoft Azure Rampung, BNI Finance Percepat Transformasi Digital
- UMKM Lokal Ternate ini Naik Kelas Berkat AI Tanpa Harus Tambah Modal Besar
"Pelanggan yang telah menerapkan pembaruan, atau mengaktifkan pembaruan otomatis, sudah terlindungi," kata Jeff Jones, direktur senior di Microsoft, dalam sebuah pernyataan.








