×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

UMKM Lokal Ternate ini Naik Kelas Berkat AI Tanpa Harus Tambah Modal Besar

Oleh: Tek ID - Rabu, 15 April 2026 20:12

UMKM di Ternate naik kelas berkat AI, dari desain kemasan hingga pemasaran digital tanpa perlu modal besar.

UMKM Lokal Ternate ini Naik Kelas Berkat Manfaatkan AI UMKM lokal Ternate manfaatkan AI untuk naik kelas. dok. Microsoft

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai membuka jalan baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah untuk naik kelas. 

Di Ternate, transformasi ini terlihat dari perjalanan pelaku usaha yang mampu mengembangkan bisnis tradisional menjadi lebih modern tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Salah satunya adalah Alfitrah, pemilik usaha Kerupuk & Peyek Takoma yang telah berjalan sejak 1998. 

Selama hampir tiga dekade, usaha keluarganya bertahan dengan cara pemasaran konvensional dan kemasan yang nyaris tidak berubah. 

Namun, setelah mengikuti pelatihan AILeap Nusantara dalam rangka Pekan Inovasi AI, ia mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mengembangkan desain produk hingga strategi pemasaran.

Dengan bantuan tools seperti Microsoft Copilot dan Microsoft Designer, Alfitrah mampu mengeksplorasi ide baru, mulai dari inovasi produk berbahan limbah tulang ikan hingga desain kemasan yang lebih modern dan ramah lingkungan. 

Teknologi tersebut juga membantunya menyusun konsep branding dan materi promosi secara lebih terarah.

“Banyak UMKM di Ternate sebenarnya punya produk bagus, tetapi masih terbatas dalam desain dan branding. Setelah belajar menggunakan AI, saya lebih percaya diri mengembangkan kemasan dan promosi produk kami,” ujar Alfitrah.

Transformasi serupa juga dialami Junaidi Dahlan, anggota Kelompok Tani Hutan Buku Manyeku yang mengelola produksi minyak cengkeh di Pulau Hiri. 

Selama ini, tantangan utama bukan pada produksi, melainkan bagaimana membangun identitas produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Melalui pelatihan yang sama, Junaidi mulai memanfaatkan AI untuk merancang label, menyusun narasi produk, hingga merencanakan strategi pemasaran digital. 

Ia bahkan mulai menyiapkan rencana pembuatan website untuk memperluas akses pasar produknya.

Bagi Junaidi, AI bukan alat pengganti manusia, melainkan pendamping dalam menyusun ide dan strategi. 

Ia menyadari setiap hasil dari AI tetap perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan agar tetap relevan.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari Pekan Inovasi AI yang digagas oleh Microsoft Elevate bersama sejumlah mitra, dengan tujuan meningkatkan literasi AI di kalangan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di Maluku Utara. 

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali kemampuan mulai dari desain kemasan, pembuatan konten visual, hingga strategi pemasaran berbasis AI.

Trainer dari Fokus Target Solusi, Muhammad Ghifary, menilai teknologi AI justru dapat memperkuat identitas lokal. 

“Ketika melihat brand produk mereka tampil lebih menarik dalam waktu singkat, ada rasa bangga. Teknologi ini membantu pelaku usaha lebih percaya diri tanpa meninggalkan nilai lokal,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap pelatihan serupa dapat diperluas, termasuk untuk aparatur sipil negara agar meningkatkan produktivitas kerja.

Sementara itu, Microsoft Indonesia menilai peningkatan keterampilan AI menjadi kunci untuk memperkuat daya saing UMKM daerah. 

Teknologi ini dinilai mampu membantu pelaku usaha dalam merencanakan, memasarkan, dan mengembangkan bisnis secara lebih efektif.

Kisah Alfitrah dan Junaidi menunjukkan transformasi digital tidak selalu membutuhkan investasi besar. Dengan pemanfaatan AI yang tepat, UMKM di daerah pun memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

×
back to top