Migrasi 200 Terabyte Data ke Microsoft Azure Rampung, BNI Finance Percepat Transformasi Digital
BNI finance migrasikan core system ke Microsoft Azure untuk perkuat layanan digital, keamanan data, dan pengembangan AI.
Ilustrasi migrasi data BNI Finance ke Microsoft Azure. dok. Microsoft
BNI finance mempercepat transformasi digital dengan memigrasikan core system perusahaan ke platform cloud Microsoft Azure.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat stabilitas layanan, meningkatkan keamanan data, sekaligus mempersiapkan fondasi pengembangan teknologi berbasis AI di sektor multifinance.
Sebagai perusahaan pembiayaan yang telah beroperasi sejak 1983 dan memiliki 52 kantor cabang di seluruh Indonesia, BNI finance menghadapi kebutuhan infrastruktur digital yang semakin kompleks seiring meningkatnya volume transaksi dan tuntutan kepatuhan regulasi.
Bagi BNI Finance, core system menjadi tulang punggung operasional bisnis, mulai dari pengelolaan transaksi hingga perlindungan data pelanggan.
- UMKM Lokal Ternate ini Naik Kelas Berkat AI Tanpa Harus Tambah Modal Besar
- BINAR dan Microsoft Targetkan 145 Ribu ASN Siap Hadapi Era AI, Banten Jadi Pembuka
- Microsoft Hadirkan “Xbox Mode” di Windows 11 Mulai April, Pengalaman Gaming Full Screen Mirip Konsol
- Perjalanan Edi Suwanto: Dari Kehilangan Penglihatan hingga Menjadi Penggerak Inklusi Digital Lewat AI di Microsoft Elevate
Sistem inti tersebut sebelumnya dikembangkan oleh PT Adicipta Inovasi Teknologi atau AdIns, salah satu penyedia platform multifinance terbesar di Indonesia.
Kepala Divisi IT BNI finance Yudi Satriadi Thamrin mengatakan migrasi ke Azure bukan sekadar perpindahan infrastruktur, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun fondasi digital yang aman dan siap mendukung inovasi bisnis berbasis data dan AI.
“Langkah ini menjadi fondasi penting untuk menyambut inovasi berbasis data dan AI demi kemajuan bisnis jangka panjang,” ujar Yudi.
Migrasi tersebut melibatkan pemindahan lebih dari 200 terabyte data, lebih dari 100 layanan aplikasi, serta berbagai microservices yang saling terhubung dalam waktu kurang dari dua bulan.
Seluruh proses dilakukan tanpa mengganggu operasional bisnis BNI Finance yang melayani lebih dari 1.000 transaksi per bulan di seluruh cabang.
Untuk menjaga kelancaran proses, BNI finance menerapkan pendekatan migrasi bertahap dengan memanfaatkan berbagai layanan Azure seperti Azure Migrate dan Database Migration Service (DMS).
Proses ini juga didukung PT Intikom Berlian Mustika sebagai mitra teknologi.
Hasilnya, seluruh proses migrasi berhasil diselesaikan dengan zero data loss atau tanpa kehilangan data.
BNI Finance juga mampu menjaga lebih dari 99,5 persen Service Level Agreement (SLA) selama masa perpindahan sistem berlangsung.
Setelah resmi berjalan penuh sejak 1 Januari 2026, BNI finance mulai merasakan dampak langsung dari modernisasi sistem tersebut. Stabilitas layanan meningkat, terutama saat terjadi lonjakan transaksi, sementara pengelolaan infrastruktur menjadi lebih efisien melalui dashboard pemantauan terpusat dan sistem keamanan otomatis.
Teknologi Azure Kubernetes Service (AKS) juga memungkinkan modernisasi aplikasi kritikal agar lebih scalable.
Di sisi keamanan, integrasi dengan Microsoft Entra dan Microsoft Purview membantu perusahaan meningkatkan visibilitas tata kelola data sekaligus mempercepat deteksi ancaman siber hingga 20 persen dibanding sebelumnya.
Azure Go to Market Lead Microsoft ASEAN Fiki Setiyono mengatakan keberhasilan migrasi ini menunjukkan cara cloud dan AI dapat mendukung transformasi bisnis sektor jasa keuangan tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kepatuhan regulasi.
“Kolaborasi ini menegaskan peran Microsoft sebagai katalisator transformasi digital sektor jasa keuangan di Indonesia,” kata Fiki Setiyono.
Ke depan, BNI finance juga membuka peluang pengembangan teknologi yang lebih luas, mulai dari modernisasi data analytics, pemanfaatan AI dalam operasional bisnis, hingga machine learning untuk penilaian kredit dan analisis risiko.









