×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

BINAR dan Microsoft Targetkan 145 Ribu ASN Siap Hadapi Era AI, Banten Jadi Pembuka

Oleh: Tek ID - Rabu, 08 April 2026 18:45

BINAR dan Microsoft latih 145 ribu ASN siap AI, Banten jadi pelopor transformasi digital daerah ke kebijakan nasional Indonesia.

BINAR-Microsoft Targetkan 145 Ribu ASN Siap Hadapi Era AI Garuda AI Summit Banten. dok. Microsoft

Kolaborasi antara BINAR, Microsoft Indonesia, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menargetkan pelatihan 145.000 aparatur sipil negara (ASN) agar siap menghadapi era kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini ditandai melalui penyelenggaraan GARUDA AI Regional Summit I di Universitas Prasetiya Mulya, Banten, yang menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya inisiatif kesiapan tenaga kerja berbasis AI diangkat dari tingkat daerah ke agenda kebijakan nasional.

Banten dipilih sebagai provinsi awal karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur digital yang relatif matang, sekaligus menjadi representasi daerah yang siap mengakselerasi transformasi berbasis teknologi.

AI Skills Director Microsoft Indonesia Arief Suseno mengatakan pengembangan keterampilan AI tidak hanya berhenti pada pemahaman teknis, tetapi juga pada implementasi nyata di sektor publik.

“Microsoft Elevate hadir untuk memastikan AI digunakan untuk memberdayakan manusia, bukan menggantikannya. Melalui GARUDA AI, kami mendorong ASN tidak hanya memahami AI, tetapi menggunakannya dalam pengambilan keputusan dan pelayanan publik,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Microsoft Elevate, yang dirancang untuk membangun kompetensi AI secara aplikatif dan terstruktur. Summit ini diikuti lebih dari 80 ASN secara langsung serta 700 peserta daring dari berbagai instansi pemerintah di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menekankan pentingnya transformasi tenaga kerja yang berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan sesaat.

“Yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana program transformasi ini melekat langsung dalam SOP kerja ASN, bukan hanya pelatihan sekali lalu selesai,” tegasnya.

Ia juga mengaitkan urgensi tersebut dengan dinamika ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,39% secara tahunan pada kuartal IV 2025, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama AI, menjadi semakin mendesak.

Senada, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Banten, Ismail, menyebut AI berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah.

“Banten berada pada momentum pertumbuhan yang sangat positif. Keberadaan AI diharapkan menjadi pendorong ekonomi baru, dan forum ini menjadi awal transformasi digital di daerah,” ujarnya.

Tak hanya diskusi, forum ini juga menghasilkan draft rekomendasi kebijakan berbasis AI yang mencakup tata kelola data, kesiapan tenaga kerja, hingga rancangan pilot project di tingkat daerah. 

Seluruh rekomendasi tersebut akan dibawa ke AI National Summit di Jakarta pada Juni 2026 sebagai masukan kebijakan nasional.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya Hassan Wirajuda turut menyoroti tantangan Indonesia yang masih tertinggal dalam adopsi AI dibandingkan negara ASEAN lain. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pendidikan dan penguatan talenta digital.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, program GARUDA AI telah melatih lebih dari 100.000 ASN dari 30 provinsi dan menghasilkan lebih dari 800 ide inovasi melalui hackathon nasional. Target akhirnya adalah mencetak 145.000 ASN terlatih dan 5.000 pembuat kebijakan berbasis AI.

×
back to top