×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Microsoft Perkuat Infrastruktur AI Indonesia untuk Sektor Keuangan dan Pendidikan

Oleh: Tek ID - Jumat, 15 Mei 2026 18:20

Microsoft dorong adopsi AI patuh regulasi di Indonesia lewat kolaborasi dengan BNI Finance dan Universitas Terbuka.

Microsoft Perkuat Infrastruktur AI Indonesia Ajang Microsoft AI Summit 2026. dok. Microsoft

Microsoft menegaskan komitmennya mendukung adopsi kecerdasan buatan (AI) yang aman, patuh regulasi, dan berdampak nyata di Indonesia melalui penguatan infrastruktur cloud lokal serta pengembangan ekosistem AI nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam ajang Microsoft AI Summit Indonesia yang mempertemukan regulator, pelaku industri, hingga pemimpin bisnis untuk membahas percepatan transformasi AI di berbagai sektor strategis.

Dalam forum tersebut, Microsoft menampilkan implementasi AI dan cloud di sektor jasa keuangan dan pendidikan melalui kolaborasi dengan BNI Finance dan Universitas Terbuka.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir mengatakan aspek kepercayaan, keamanan, dan kepatuhan kini menjadi fondasi utama dalam pengembangan AI di era transformasi digital.

“Di era Frontier AI, kepercayaan menjadi fondasi utama. Kami ingin memastikan setiap organisasi dapat berinovasi tanpa mengorbankan aspek compliance dan governance,” ujar Dharma.

Menurut Microsoft, seluruh layanan cloud dan AI yang dijalankan melalui Indonesia Central cloud region dirancang untuk mendukung kebutuhan data residency di dalam negeri sekaligus membantu organisasi memenuhi regulasi sektor-sektor yang memiliki pengawasan ketat, termasuk jasa keuangan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Hernawan Bekti Sasongko menilai pemanfaatan AI dan cloud perlu terus dikembangkan secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan tata kelola, manajemen risiko, keamanan siber, dan perlindungan konsumen.

Ia menekankan kolaborasi antara regulator, penyedia teknologi, industri jasa keuangan, dan akademisi menjadi faktor penting untuk mempercepat transformasi digital nasional.

Salah satu implementasi yang disorot adalah migrasi sistem inti BNI Finance ke platform Microsoft Azure melalui Indonesia Central cloud region.

Migrasi tersebut mencakup lebih dari 200 terabyte data dan lebih dari 100 aplikasi yang disebut berhasil dipindahkan dalam waktu kurang dari dua bulan tanpa mengganggu operasional bisnis perusahaan.

Microsoft menyebut implementasi tersebut menjadi contoh bagaimana transformasi cloud dan AI dapat berjalan beriringan dengan standar keamanan dan kepatuhan industri jasa keuangan yang ketat.

Sementara di sektor pendidikan, Universitas Terbuka memanfaatkan Microsoft Azure, Azure OpenAI Service, dan Microsoft Foundry untuk mengembangkan AI Tutor sebagai asisten pembelajaran berbasis AI.

AI Tutor tersebut telah diterapkan di sekitar 500 kelas dan digunakan lebih dari 100 ribu mahasiswa untuk membantu diskusi pembelajaran hingga mempercepat proses penilaian tugas.

Sebagai perguruan tinggi negeri berbasis pembelajaran jarak jauh, Universitas Terbuka saat ini melayani lebih dari 1,8 juta mahasiswa terdaftar dan lebih dari 768 ribu mahasiswa aktif pada Semester 1 Tahun 2025.

Microsoft juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem AI yang terintegrasi melalui kombinasi cloud lokal, platform data dan AI, serta layanan produktivitas seperti Microsoft 365 Copilot dan GitHub Copilot.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut sebelumnya telah mengumumkan investasi jangka panjang sebesar US$1,7 miliar atau sekitar Rp29 triliun di Indonesia hingga 2028 untuk mendukung pengembangan infrastruktur cloud, AI, dan talenta digital nasional.

“Indonesia memiliki semua elemen untuk menjadi frontier AI berikutnya, dari skala, talenta, dan momentum transformasi digital,” kata Dharma.

×
back to top