Microsoft Luncurkan Scout, Asisten AI yang Belajar dari Kebiasaan Pengguna
Microsoft meluncurkan asisten AI terbaru Scout yang mampu mempelajari kebiasaan pengguna sehingga memudahkan keseharian.
Microsoft Scout
Microsoft meluncurkan Scout, asisten kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola berbagai pekerjaan sehari-hari sekaligus menyesuaikan diri dengan pola kerja masing-masing pengguna.
Scout diperkenalkan sebagai bagian dari program Frontier milik Microsoft dan dibangun menggunakan kerangka kerja OpenClaw, proyek AI agen yang sempat menarik perhatian industri teknologi pada awal 2026.
Wakil Presiden Scout Microsoft Omar Shahine mengatakan Scout dirancang sebagai asisten AI yang dapat terus berkembang berdasarkan interaksi dan umpan balik pengguna.
“Kita semua memiliki keunikan tersendiri dalam cara bekerja. Pola-pola tersebut dapat dipelajari dan disimpan oleh agen sehingga menjadi lebih memahami penggunanya dari waktu ke waktu,” ujar Shahine dikutip dari TechCrunch.
- Microsoft Perkuat Infrastruktur AI Indonesia untuk Sektor Keuangan dan Pendidikan
- Migrasi 200 Terabyte Data ke Microsoft Azure Rampung, BNI Finance Percepat Transformasi Digital
- UMKM Lokal Ternate ini Naik Kelas Berkat AI Tanpa Harus Tambah Modal Besar
- BINAR dan Microsoft Targetkan 145 Ribu ASN Siap Hadapi Era AI, Banten Jadi Pembuka
Berbeda dengan chatbot AI konvensional, Scout hadir sebagai asisten yang selalu aktif dan dapat diberi identitas atau nama khusus oleh penggunanya.
Sistem ini dirancang untuk membantu mengelola berbagai aktivitas, mulai dari mengatur kalender, menyusun agenda rapat, hingga mengotomatisasi tugas-tugas rutin.
Microsoft menyebut Scout dapat terhubung dengan berbagai layanan kerja seperti email, kalender, browser web, dan aplikasi lain dalam ekosistem Microsoft 365.
Semakin sering digunakan, kemampuan Scout juga disebut akan semakin berkembang karena mampu mempelajari preferensi dan kebiasaan penggunanya.
Menurut Shahine, nilai utama Scout bukan hanya pada fitur bawaan yang tersedia saat peluncuran, tetapi juga pada kemampuan pengguna mengembangkan keterampilan dan fungsi baru sesuai kebutuhan masing-masing.
Microsoft juga menambahkan berbagai lapisan keamanan untuk mencegah asisten AI bertindak di luar kendali pengguna.
Setiap aktivitas Scout akan diawasi melalui sistem kepatuhan kebijakan yang terus memantau apakah agen AI bekerja sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Selain itu, setiap tindakan yang dilakukan Scout akan menghasilkan jejak audit sehingga dapat ditelusuri kembali jika terjadi kesalahan atau aktivitas yang tidak diinginkan.
Scout saat ini tersedia melalui program Frontier Microsoft dan dapat digunakan oleh pelanggan yang memiliki langganan GitHub Copilot.
Peluncuran Scout menjadi bagian dari rangkaian pengumuman teknologi AI Microsoft dalam konferensi pengembang Build 2026, bersama pembaruan Copilot, model AI penalaran baru, serta sejumlah proyek berbasis AI lainnya.









