Hindari berbagi boarding pass di media sosial

Alih-alih pemberitahuan bagi orang lain, berbagi boarding pass di media sosial justru berbahaya bagi pengguna.

Hindari berbagi boarding pass di media sosial (Foto: TripZilla)

Tak semua warganet paham tentang hal-hal yang layak diumbar di media sosial. Namun jika disadari, hal itu bisa membahayakan seseorang. Khususnya di ranah digital. Misalnya ketika warganet mengunggah boarding pass mereka di media sosial.

Alih-alih pemberitahuan bagi orang lain, hal tersebut justru berbahaya bagi pengguna. Apalagi jika mereka mengatur akunnya sebagai akun publik. Selain dari nama dan tujuan, boarding pass juga mencakup beberapa informasi yang sensitif. Ini bisa dimanfaatkan oleh penjahat siber dalam melakukan aksinya.


BACA JUGA

Polisi London uji coba sensor pengenal wajah

Kunci elektronik Tesla Model S bisa dibobol dalam 1,6 detik

Data 380.000 pelanggan British Airways diretas


Informasi di boarding pass juga termasuk dalam format screenshot tiket, konfirmasi pemesanan yang diperoleh melalui aplikasi seluler bahkan email. Jika anda menggunakan kata sandi yang lemah, maka siapa saja bisa mendapatkan akses untuk membaca email tersebut dan memperoleh akses data.

Nomor atau nama pemegang kartu, dalam beberapa kasus, memungkinkan bagi orang asing untuk masuk ke profil pribadi di situs web maskapai untuk melakukan check-in online. Hal penting lainnya yang tersembunyi pada boarding pass adalah Passenger Name Record (PNR). PNR adalah kode reservasi, yang berfungsi sebagai pengenal unik penumpang dalam sistem reservasi komputer. Ini termasuk data rute dan semua yang bepergian bersama Anda. Jadi, jika perjalanan dilakukan bersama dengan keluarga, Anda akan berbagi PNR yang sama.

PNR juga termasuk informasi tentang tarif, serta informasi pembayaran seperti nomor kartu kredit. Dalam beberapa kasus, PNR juga mencakup nomor telepon penumpang, detail akomodasi di negara tujuan, tanggal lahir, dan data paspor. 

Dony Koesmandarin - Territory Channel Manager Kaspersky Lab APAC berkata “Media sosial kini memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat, apalagi esensi liburan kini tidak hanya untuk berkumpul bersama kerabat namun juga membagikannya kepada publik. Contoh membagikan boarding pass di media sosial adalah hal yang sangat sering kita temui bahkan di Indonesia sendiri. Ini dilakukan dibawah kesadaran pengguna yang awalnya mungkin hanya berniat untuk menunjukkan kepada orang bahwa mereka sedang berpergian." 

Atas hal tersebut, Dony menyarankan warganet yang  masih ingin membagikan boarding pass di media sosial untuk menyamarkan kode barcode, nama, e-mail dan informasi penting lainnya. Akan lebih baik lagi jika Anda membagikan momen perjalanan, ketika tiba di lokasi liburan. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: