Google siapkan layanan finansial dengan Google Pay

Google dilaporkan sedang menyiapkan proyek bernama Cache. Proyek ini merupakan solusi layanan finansial menggunakan Google pay.

Google siapkan layanan finansial dengan Google Pay Source: Trusted Review

Google menyatakan bahwa pihaknya akan menyediakan layanan finansial melalui aplikasi Google Pay. Dalam proyek ini, raksasa teknologi menjalin kerjasama dengan Citigroup Inc dan sebuah koperasi kredit di Universitas Stanford. 

Alih-alih menawarkan kartu sebagai salah satu metode pembayaran seperti halnya Apple, Google justru menawarkan solusi rekening giro pribadi kepada para pelanggannya. Dengan ini, Google seolah-olah menjadi bank semu. Proyek bernama Chache ini rencananya akan diluncurkan tahun depan. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ini daftar gim Android terbaik 2019 versi Google

Daftar aplikasi terbaik 2019, Dana jadi aplikasi pilihan pengguna

Google mudahkan pengiriman gambar semudah aplikasi chatting 


“Kami masih menjajaki cara bagaimana kami menjalin kerjasama dengan bank dan koperasi kredit di Amerika Serikat untuk menawarkan rekening giro cerdas melalui Google Pay,” ungkap Craig Ewer, juru bicara yang mewakili Google, sebagaimana dilansir dari Reuters (15/11). 

Sebagaimana diketahui, Google bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi yang mulai merambah layanan finansial. Apple sudah melakukannya lebih dulu dengan Apple Card. Bekerja sama dengan Goldman Sachs, perusahaan di Cupertino ini menawarkan kartu, seperti kartu kredit, sebagai alat pembayaran para pengguna iPhone. Kartu ini berbeda dari kartu kredit biasa dan diklaim lebih aman. Pasalnya di Apple Card tidak ditampilkan informasi selain nama pemiliknya saja. 

Perusahaan lain yang juga mencoba terjun ke lini bisnis ini adalah Facebook yang berencana meluncurkan mata uang kripto bernama Libra. Namun sampai saat ini, Libra masih mengalami tekanan dari senat Amerika Serikat. Libra ditakutkan dapat digunakan untuk tujuan yang tidak sehat. 

Regulator dan lembaga hukum di AS sendiri mulai memberi perhatian lebih ke sektor ini. Pasalnya beberapa perusahaan teknologi tersebut memiliki riwayat buruk terkait perlindungan data penggunanya. 

Google menyatakan pihaknya sudah mengadakan pembicaraan dengan regulator di AS. meski begitu, Reuters melaporkan bahwa perusahaan itu masih enggan memberitahu apa yang menjadi topik dalam pembicaraan tersebut. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Google