sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
Jumat, 17 Jun 2022 13:03 WIB

Elon Musk ingin adopsi gaya kepemimpinannya di Twitter

Dalam pertemuan dengan Twitter, Musk mengklaim dirinya sangat terlibat di Tesla dan akan mengadopsi gaya kepemimpinan serupa di Twitter. 

Elon Musk ingin adopsi gaya kepemimpinannya di Twitter

Elon Musk akhirnya melakukan pertemuan virtual pertamanya dengan Twitter, menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para pegawai jejaring sosial itu. Dalam pertemuan yang dilakukan selama 45 menit itu, Musk mengatakan akan mengadopsi gaya kepemimpinannya di Tesla, apabila akusisi Twitter berhasil dilakukan.

Musk akan sepenuhnya memiliki hak atas Twitter setelah penawaran selesai, namun tidak yakin jabatan apa yang akan diisi nantinya. Secara khusus, Musk ingin terlibat dalam produk dan berharap tim mendengarkan masukannya untuk fitur-fitur baru. Sebagai CEO Tesla, Musk mengklaim dirinya sangat terlibat dan akan mengadopsi gaya kepemimpinan serupa di Twitter. 

Dalam pertemuan virtual tersebut yang dikutip dari TechCrunch (17/6), Musk juga menanggapi pertanyaan dari Kepala Pemasaran Twitter, Leslie Berland yang mewakili seluruh karyawan. Berland mempertanyakan nasibnya dan karyawan lain setelah akuisisi selesai, namun Musk menjawab secara tersurat.

“Saat ini, biaya melebihi pendapatan. Itu bukan situasi yang bagus,” jawab Musk tentang potensi PHK. 

Saat ini, sekitar seperempat karyawan Twitter bekerja dari rumah. Tetapi bertolak belakang dengan itu, Musk mewajibkan semua karyawan Tesla untuk menghabiskan minimal 40 jam di kantor setiap minggu.

Musk mengatakan kepada karyawan Twitter, “Jauh lebih baik jika Anda berada di lokasi secara fisik,” tetapi karyawan tertentu mungkin dapat bekerja dari jarak jauh. Sebab, menjalankan platform media sosial jauh berbeda dengan membangun mobil atau roket, yang menurut Musk "Tidak mungkin dilakukan dari jarak jauh."

Setelah kesepakatan ditutup, Musk ingin menjadikan Twitter sebagai perusahaan swasta. Menurut Musk, platform tersebut dapat lebih produktif tanpa harus menenangkan pemegang saham aktivis.

Kendati demikian, akuisisi itu sendiri masih belum jelas dan “ditangguhkan” sampai Twitter membuktikan klaimnya tentang jumlah bot. Seperti diketahui, Twitter sebelumnya menyerahkan “firehose” datanya kepada Musk untuk menganalisis sendiri tentang keabsahan klaim tersebut.

Share
×
tekid
back to top