Airbnb Siapkan Fitur AI untuk Pencarian dan Layanan, Bakal Lebih Personal untuk Pengguna
Airbnb siapkan fitur AI untuk pencarian natural language, layanan suara, dan manajemen host. Pendapatan Q4 naik 12% jadi 2,78 miliar dolar AS.
Aplikasi Airbnb. dok. Airbnb
Airbnb mulai mempercepat integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam aplikasinya.
Dalam paparan kinerja kuartal IV, CEO Airbnb Brian Chesky mengungkapkan rencana pihaknya untuk menghadirkan fitur berbasis model bahasa besar (LLM) guna meningkatkan pengalaman pencarian, perencanaan perjalanan, hingga dukungan pelanggan.
Menurut Chesky, Airbnb tengah membangun pengalaman yang lebih personal dan intuitif, di mana aplikasi tidak sekadar menampilkan hasil pencarian, tetapi memahami kebutuhan pengguna.
“Kami sedang membangun pengalaman berbasis AI di mana aplikasi tidak hanya mencari untuk Anda. Ia mengenal Anda. Ia akan membantu tamu merencanakan seluruh perjalanan mereka, membantu tuan rumah mengelola bisnis mereka dengan lebih baik, dan membantu perusahaan beroperasi lebih efisien dalam skala besar,” ujar Chesky dikutip dari TechCrunch.
- Cisco Perkenalkan Silicon One G300 dan AgenticOps, Perkuat Infrastruktur Jaringan dan Keamanan di Era AI
- Tren Karikatur ChatGPT Melejit 5.100% di Indonesia, Jadi Tiga Besar Asia Pasifik
- Cloudera Perluas AI Inference On-Premise, Percepat Analitik Enterprise di Multi-Cloud dan Pusat Data
- Survei Deloitte: Adopsi AI Melaju Cepat, Namun Transformasi Bisnis Masih Tertahan
Saat ini, Airbnb telah menguji fitur pencarian berbasis bahasa alami (natural language). Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengetik pertanyaan seperti berbicara langsung, misalnya meminta rekomendasi penginapan di lokasi tertentu atau dengan kriteria spesifik.
Fitur ini masih diuji pada sebagian kecil pengguna dan akan dikembangkan menjadi sistem pencarian yang lebih komprehensif sepanjang perjalanan wisata.
Airbnb juga telah menggunakan chatbot layanan pelanggan berbasis LLM di Amerika Utara sejak tahun lalu. Airbnb mengklaim bot tersebut kini mampu menangani sekitar sepertiga persoalan pelanggan tanpa intervensi manusia.
Chesky menyebut ke depan layanan AI tidak hanya berbasis teks, tetapi juga suara.
“Setahun dari sekarang, jika kita berhasil, lebih dari 30% tiket akan ditangani oleh agen layanan pelanggan kustom, dalam lebih banyak bahasa, di semua bahasa di mana kita memiliki agen layanan pelanggan langsung. Layanan pelanggan AI tidak hanya akan berupa obrolan, tetapi juga suara,” katanya.
Selain untuk pengguna dan tamu, Airbnb juga akan mengoptimalkan AI untuk membantu host dalam mengelola properti.
Airbnb berencana memanfaatkan data identitas dan ulasan yang dimiliki untuk meningkatkan personalisasi serta relevansi rekomendasi.
Airbnb turut mempertimbangkan potensi integrasi iklan atau sponsor listing dalam sistem pencarian AI di masa depan.
Namun, Chesky menegaskan prioritas saat ini adalah menyempurnakan desain dan pengalaman pengguna sebelum memperluas model monetisasi tersebut.
Dari sisi internal, Airbnb juga meningkatkan pemanfaatan AI. Saat ini, sekitar 80% insinyur Airbnb telah menggunakan alat berbasis AI, dan targetnya mencapai 100%.
Langkah percepatan integrasi AI ini diumumkan seiring laporan kinerja positif. Airbnb mencatat pendapatan kuartal IV sebesar 2,78 miliar dolar AS, meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.









