×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Cisco Perkenalkan Silicon One G300 dan AgenticOps, Perkuat Infrastruktur Jaringan dan Keamanan di Era AI

Oleh: Tek ID - Jumat, 13 Februari 2026 21:35

Cisco luncurkan Silicon One G300, AgenticOps, dan pembaruan AI Defense untuk dukung jaringan dan keamanan era AI.

Cisco Perkenalkan Silicon One G300 dan AgenticOps Cisco luncurkan rangkaian solusi teknologi terbaru. dok. Cisco

Cisco meluncurkan rangkaian inovasi terbaru untuk memperkuat infrastruktur jaringan, keamanan, dan operasional teknologi informasi (IT) di era kecerdasan buatan (AI). 

Pengumuman ini disampaikan dalam ajang Cisco Live Conference di Amsterdam, Belanda, yang dihadiri lebih dari 21.000 profesional IT, sekaligus menegaskan strategi Cisco dalam membangun platform terpadu untuk mendukung pengembangan agentic AI yang aman dan tepercaya.

Salah satu sorotan utama adalah peluncuran chip switching terbaru Cisco Silicon One G300. Teknologi ini dirancang untuk mendukung klaster AI berskala besar, termasuk pelatihan (training), inference, hingga agentic AI secara real time, dengan efisiensi yang lebih tinggi.

Cisco menyebut G300 mampu meningkatkan utilisasi jaringan hingga 33 persen dan mempercepat penyelesaian pekerjaan sampai 28 persen dibandingkan trafik yang tidak dioptimalkan.

Silicon One G300 juga diperkuat dengan sistem N9100 dan 8000 untuk mendukung pembangunan jaringan AI bagi hyperscaler, neocloud, implementasi private sovereign, service provider, hingga enterprise. 

Cisco turut menghadirkan Nexus One sebagai panel pengelolaan terpadu guna menyederhanakan operasional pusat data, baik di lingkungan on-premise maupun cloud.

President dan Chief Product Officer Cisco Jeetu Patel mengatakan, inovasi tersebut dirancang untuk menjawab percepatan adopsi AI secara global.

“Laju inovasi AI kini bergerak lebih cepat dari sebelumnya, dan kami menghadirkan infrastruktur penting agar pelanggan dapat berinovasi lebih cepat sekaligus mengadopsi AI secara aman dan terlindungi,” ujarnya.

Selain infrastruktur silicon, Cisco juga memperluas konsep AgenticOps ke seluruh portofolionya. 

AgenticOps merupakan pendekatan untuk mengotomatiskan dan menyederhanakan operasional IT dengan dukungan visibilitas menyeluruh berbasis telemetry lintas domain. 

Integrasi ini mencakup Cisco Networking, Security Cloud Control, Nexus One, hingga Splunk, guna membantu tim IT mengurangi kompleksitas sekaligus meningkatkan efisiensi dalam skala besar.

Di sisi keamanan, Cisco menghadirkan pembaruan terbesar untuk solusi AI Defense. Fitur baru ini mencakup tata kelola rantai pasokan AI serta perlindungan runtime dalam penggunaan tools agentic, guna meminimalkan risiko manipulasi maupun penyusupan.

Peningkatan juga dilakukan pada Cisco Secure Access Service Edge (SASE). Teknologi ini kini dilengkapi kemampuan intent-aware inspection yang mampu menganalisis “mengapa” dan “bagaimana” trafik agentic AI terjadi, sehingga organisasi dapat mendeteksi potensi ancaman baru secara lebih presisi dan menjaga integritas sistem.

Cisco juga menyoroti pentingnya dukungan bagi organisasi dengan kebutuhan kedaulatan digital. 

Melalui Cisco Customer Experience (CX), Cisco menyediakan opsi pengaturan air-gapped, on-premise, maupun hybrid untuk memenuhi persyaratan operasional yang ketat.

Untuk memperkuat layanan tersebut, Cisco meluncurkan Cisco Critical National Services Centers (CNSCs) di Inggris, Prancis, dan Spanyol. 

Pusat ini dirancang dengan kontrol tinggi, proses operasional terpisah, serta personel berizin resmi untuk menangani kebutuhan organisasi dengan standar keamanan dan regulasi yang ketat. 

Dengan tambahan satu pusat yang tengah dikembangkan di Italia, Cisco kini memiliki empat CNSC di Eropa.

×
back to top