Cloudera Perluas AI Inference On-Premise, Percepat Analitik Enterprise di Multi-Cloud dan Pusat Data
Cloudera menghadirkan AI Inference dan Data Warehouse Trino ke on-premise, mempercepat analitik enterprise yang aman di multi-cloud.
Ilustrasi AI Analytics. dok. Freepik
Cloudera mengumumkan fase terbaru pengembangan kemampuan AI inferencing dan akses data terpadu dengan menghadirkan Cloudera AI Inference serta Cloudera Data Warehouse dengan Trino ke lingkungan on-premise.
Ekspansi ini memungkinkan perusahaan menjalankan AI dan analitik kelas enterprise secara lebih cepat dan akurat langsung di pusat data mereka, sekaligus menyederhanakan alur kerja AI di lingkungan cloud, edge, dan data center.
Langkah tersebut menandai pergeseran fokus perusahaan dari sekadar lokasi penyimpanan data ke bagaimana AI dapat mengakses data secara aman, andal, dan terkelola di mana pun data berada.
Mengacu laporan The State of Enterprise AI and Data Architecture, hampir separuh perusahaan menyimpan data di data warehouse.
- Survei Deloitte: Adopsi AI Melaju Cepat, Namun Transformasi Bisnis Masih Tertahan
- AI Alliance Resmi Ekspansi ke Indonesia, Dorong Pengembangan AI Open-Source yang Bertanggung Jawab
- Lima Kekuatan yang Membentuk Arah AI di Asia Pasifik pada 2026
- F5 Luncurkan AI Guardrails dan AI Red Team, Perkuat Keamanan Operasional Penerapan Enterprise AI Skala Besar
Dengan memastikan aplikasi AI mengakses data secara aman tanpa perlu memindahkan data sensitif ke luar lingkungan terlindungi, organisasi dapat meminimalkan risiko keamanan, mengurangi potensi pelanggaran regulasi, dan menyederhanakan operasional.
Didukung teknologi Nvidia, Cloudera AI Inference kini tersedia on-premise untuk penerapan dan penskalaan beragam model AI, mulai dari LLM, deteksi penipuan, computer vision, hingga suara, termasuk model terbuka NVIDIA Nemotron.
Akselerasi dilakukan melalui NVIDIA AI stack, GPU NVIDIA Blackwell, NVIDIA Dynamo-Triton Inference Server, serta microservices NVIDIA NIM.
Pendekatan ini memberi kendali penuh atas latensi, kepatuhan, dan privasi data, sekaligus menghadirkan kepastian biaya jangka panjang dengan menghindari fluktuasi biaya cloud.
Sementara itu, Cloudera Data Warehouse dengan Trino yang kini hadir di pusat data memungkinkan keamanan, tata kelola, dan observability terpusat di seluruh lanskap data, sekaligus mempercepat akses insight.
Integrasi analitik dan visualisasi berbasis AI membantu perusahaan mengubah data kompleks menjadi keputusan yang dapat ditindaklanjuti tanpa mengorbankan keamanan dan kepatuhan.
Pembaruan juga dilakukan pada Cloudera Data Visualization untuk memperkaya insight dan menyederhanakan alur kerja berbasis AI.
Peningkatan meliputi AI annotation untuk ringkasan dan insight kontekstual otomatis, fitur AI yang lebih tangguh terhadap gangguan sementara, pencatatan query AI untuk ketertelusuran, serta manajemen admin yang disederhanakan melalui konfigurasi SSO.
“Peningkatan ini memberikan tingkat kontrol dan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya bagi pelanggan kami,” ujar Leo Brunnick, Chief Product Officer Cloudera.
“Dengan AI Inference, Data Warehouse dengan Trino, dan Data Visualization yang dapat diakses langsung di pusat data, organisasi dapat menerapkan AI dan analitik secara aman tepat di lokasi data paling penting,” imbuhnya.
Dari perspektif Indonesia, Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia, menilai kemampuan on-premise memperluas ruang gerak perusahaan.
“Perusahaan dapat mengontrol latensi, menjaga data tetap aman dan selaras dengan UU PDP serta panduan tata kelola AI OJK, sekaligus menghitung biaya jangka panjang secara lebih realistis. AI kini bukan lagi proyek eksperimen, melainkan bagian nyata dari operasional bisnis,” ujarnya.
Kolaborasi ini juga ditegaskan oleh Pat Lee, Vice President, Strategic Enterprise Partnerships NVIDIA.
“Nilai data enterprise terwujud ketika AI dijalankan aman dan fleksibel tepat di tempat data berada. Bersama Cloudera, pelanggan dapat menskalakan AI inference dengan kontrol dan kepastian ekonomi yang lebih baik,” ujar Sherlie.
Dengan ekspansi ini, Cloudera memperkuat posisinya sebagai platform yang memungkinkan AI berjalan di mana pun data berada, memberi perusahaan kendali, efisiensi, dan kecepatan saat AI memasuki fase produksi berskala enterprise.









