F5 Luncurkan AI Guardrails dan AI Red Team, Perkuat Keamanan Operasional Penerapan Enterprise AI Skala Besar
F5 meluncurkan AI Guardrails dan AI Red Team untuk memperkuat keamanan runtime AI enterprise dengan perlindungan real time dan pengujian berkelanjutan.
Logo F5. F5
Perusahaan teknologi global F5 memperluas portofolio keamanannya dengan menghadirkan F5 AI Guardrails dan F5 AI Red Team, dua solusi yang dirancang untuk menjawab tantangan keamanan dalam penerapan enterprise AI berskala besar.
Melalui peluncuran ini, F5 mengklaim sebagai satu-satunya vendor yang menawarkan pendekatan keamanan AI runtime secara end-to-end di sepanjang siklus hidup AI, mulai dari pengujian hingga perlindungan real time di lingkungan produksi.
Ketersediaan umum kedua solusi ini menandai langkah strategis F5 dalam merespons kebutuhan organisasi yang semakin agresif mengadopsi AI untuk pengalaman pelanggan, otomasi alur kerja internal, hingga pengambilan keputusan krusial.
Di sisi lain, percepatan adopsi tersebut juga memperluas lanskap risiko, mulai dari manipulasi model, kebocoran data sensitif, hingga tuntutan kepatuhan terhadap regulasi yang kian ketat.
- Riset : 40% Organisasi di Indonesia Belum Siap Infrastruktur AI, Berisiko Gagal Maksimalkan Nilai Bisnis
- Lintasarta Luncurkan LAMPU, Marketspace AI Terpadu untuk Percepat Adopsi Solusi Digital Nasional
- Analis Ungkap AI Belum Terbukti Meningkatkan Produktivitas Ekonomi
- ChatGPT Translate Tantang Dominasi Google dalam Platform Penerjemah
F5 AI Guardrails dan F5 AI Red Team dikembangkan untuk mendukung penerapan AI yang fleksibel dan model-agnostic, sekaligus memungkinkan organisasi menyesuaikan kebijakan keamanan secara adaptif dan real time.
Seluruh kapabilitas ini ditopang oleh keahlian F5 di lapisan aplikasi, tempat interaksi AI dengan pengguna, data, dan sistem lain berlangsung.
Saat ini, kedua solusi tersebut telah digunakan oleh perusahaan global yang masuk dalam daftar Fortune 500, termasuk di sektor layanan keuangan dan kesehatan yang memiliki standar regulasi tinggi.
Chief Product Officer F5 Kunal Anand mengatakan, tata kelola enterprise tradisional tidak mampu mengikuti kecepatan perkembangan AI. Ketika kebijakan tertinggal dari adopsi, kebocoran data dan perilaku model yang tidak terduga akan terjadi.
“Organisasi membutuhkan pertahanan yang sama dinamisnya dengan model AI itu sendiri. F5 AI Guardrails mengamankan trafik secara real time, mengubah black box menjadi sistem yang transparan, sementara F5 AI Red Team secara proaktif menemukan kerentanan sebelum mencapai lingkungan produksi,” kata Anand dalam keterangannya.
Menurut F5, kombinasi AI Guardrails dan AI Red Team memungkinkan organisasi mengamankan sistem AI sekaligus aplikasi yang sudah ada, terutama ketika digabungkan dengan perlindungan infrastruktur tradisional seperti keamanan API, web application firewall, dan mitigasi serangan DDoS.
Pendekatan terintegrasi ini meningkatkan visibilitas serta konsistensi kebijakan keamanan tanpa bergantung pada solusi yang terfragmentasi.
F5 AI Guardrails menghadirkan lapisan keamanan runtime yang konsisten untuk melindungi berbagai model AI, aplikasi, dan agen di seluruh lingkungan cloud.
Solusi ini dirancang untuk menghadapi ancaman seperti prompt injection dan jailbreak, mencegah kebocoran data sensitif, serta memperkuat kepatuhan terhadap regulasi global, termasuk GDPR dan EU AI Act.
Selain itu, kemampuan observability dan auditability yang mendalam memungkinkan tim memahami tidak hanya apa yang dihasilkan model AI, tetapi juga alasan di balik output tersebut, sebuah aspek penting dalam tata kelola AI di industri yang diawasi ketat.
Melengkapi perlindungan runtime, F5 AI Red Team menyediakan pengujian keamanan ofensif yang otomatis dan skalabel.
Solusi ini mensimulasikan berbagai vektor serangan, termasuk skenario yang jarang terjadi, dengan dukungan database kerentanan AI terkemuka serta lebih dari 10.000 teknik serangan baru yang ditambahkan setiap bulan.
Temuan dari AI Red Team kemudian diintegrasikan kembali ke kebijakan AI Guardrails, membentuk siklus umpan balik berkelanjutan agar pertahanan selalu relevan dengan evolusi ancaman.









