Hari gini masih zaman pakai tablet?

Meski beberapa vendor memilih untuk meninggalkan industri tablet, Samsung justru bertahan dan terus mengenalkan seri baru.

Komputer tablet atau sering disebut tablet saja, adalah perangkat portabel yang sudah dibekali sistem operasi, panel sentuh, baterai internal, terkadang dilengkapi dengan stylus dan berwujud ringkas. Bisa dikatakan, tablet adalah perwujudan smartphone dalam bentang layar yang lebih luas.

Perangkat tablet modern mulai ramai dipasarkan pada kisaran tahun 2000-an. Dimulai dengan Microsoft yang mengenalkan tablet PC dengan sistem operasi Windows XP, kemudian diikuti tablet Android, lalu Apple dengan iPad-nya.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Begini bocoran Samsung Galaxy M10s

Galaxy A50s dirilis, Samsung hentikan produksi Galaxy A50

Galaxy A50s jadi suksesor A50, apa bedanya?


Seiring berjalannya waktu, tablet muncul sebagai perangkat yang mengisi celah pasar antara laptop dengan smartphone. Hal ini dikarenakan tablet memiliki ukuran layar yang lebih besar sehingga menawarkan pengalaman layaknya menggunakan laptop namun dalam bentuk yang jauh lebih ringkas. Bahkan pada tahun 2011 bisa dikatakan sebagai era keemasan tablet.

Berselang delapan tahun, kedigdayaan tablet tampak mulai meredup. Hal ini dilihat dari menurunnya jumlah pertumbuhan tablet dari tahun ke tahun. Menurut data dari IDC, hanya tabelt Huawei lah yang masih mengalami pertumbuhan di kuartal ketiga tahun 2018 dengan perolehan pertumbuhan sebesar 7 persen. Sementara tablet Lenovo, Samsung, Apple, Amazon terus merosot.

Apakah tablet semakin kurang diminati?

Saat ini, beberapa vendor tablet memang mulai mengurangi produksi tabletnya. Asus justru sudah berhenti memproduksi tablet. Namun, Samsung belum mau melepasnya begitu saja. Pabrikan asal Korea Selatan itu justru merilis tablet terbarunya tahun ini, salah satunya Galaxy Tab A 10.1” 2019.

Tablet Samsung ini hadir dalam desain unibody dengan tampilan dan finishing premium. Tampilan layarnya dibingkai dengan bezel yang tergolong tipis, mirip desain smartphone kebanyakan. Selain itu ada sebuah kamera di bezel atas.

Tombol power, volume dan SIM tray diletakkan sebaris di sisi kanan. Posisi audio jack-nya terletak di sisi atas bersebelahan dengan mikrofon. Sementara untuk sektor audio, Samsung meletakan kedua grill speaker di sisi bawah, ditengahnya ada port USB type-C untuk pengisian daya. Untuk urusan foto-foto, tablet Samsung ini dibekali dengan kamera bermodul 8MP.

Tablet dengan layar 10 inci ini memiliki resolusi 1920 x 1200 piksel. Dapur pacunya ditenagai prosesor Exynos 7885 serta didukung RAM sebesar 3GB dan GPU Mali-G71. Melihat spesifikasinya, tablet ini bisa di kategorikan ke dalam segmen menengah.

Dari segi kemampuan komputasi, tablet Galaxy Tab A 2019 ini tergolong cukup gesit untuk dipakai aktivitas harian. Meskipun smartphone saat ini menawarkan spesifikasi serupa atau bahkan lebih tinggi, tablet dinilai masih bisa menjadi perangkat ideal untuk menikmati konten-konten multimedia, bersosial media, bermain gim dan mendukung pekerjaan ringan menggunakan beberapa aplikasi milik Google ataupun Office.

Dari sisi pekerjaan, tablet masih menawarkan pengalaman yang bisa dimanfaatkan tenaga profesional, sektor usaha dan pengguna rumahan. Tablet masih menjadi pilihan beberapa dosen untuk menampilkan atau membuat materi presentasi karena lebih mobile dan ringkas. Begitu juga bagi teman-teman yang berkutat dengan desain grafis.

Sementara pada sektor usaha, tablet kian sering ditemui. Salah satu contoh penggunaan tablet pada bidang usaha adalah menjadi media untuk menampilkan menu, menerima pesanan dan beberapa contoh transaksi lainnya.

Bagaimana performanya? Bisa dilihat dari hasil benchmark dibawah ini:

Saat ini masihkah tablet layak pakai ?

Mengambil sudut pandang dari beberapa teman jurnalis, tablet masih mendapatkan porsi yang cukup berimbang. Meski begitu, beberapa mengatakan ukurannya yang tidak seringkas smartphone membuat mereka enggan menjadikan tablet sebagai perangkat harian. Hal ini menjadi poin yang cukup diperhatikan para teman-teman jurnalis.

Mereka merasa smartphone sudah cukup mendukung kebutuhan mereka jika harus dibandingkan dengan tablet, seperti menulis berita, berkirim surel, merekam pernyataan nara sumber dan mengambil foto. Ketika harus bekerja dengan perangkat yang lebih andal, mereka lebih memilih laptop dengan berbagai kelebihannya.

Namun saat mengobrol dengan teman-teman desain grafis, tablet bisa menjadi salah satu pilihan yang lebih baik dari smartphone karena menawarkan layar yang lebih luas untuk membuat sketsa, menggambar, mengedit foto ataupun video. Selain itu, tablet menawarkan bentuk yang lebih ringkas jika dibandingkan dengan menggunakan tablet gambar yang dihubungkan dengan laptop atau PC.

Sementara itu jika menilainya dari multimedia station, tablet milik Samsung ini mendapatkan perhatian saya. Layar dengan bentang 10 inci-nya memiliki resolusi 1920 x 1200 piksel dengan kerapatan 224 ppi. Untuk menonton film atau konten bertaraf HD rasanya cukup menyenangkan. Apalagi cuma sekadar untuk membuka beberapa aplikasi sosial media.

Belum lagi dari sektor audionya, Samsung menyematkan dua speaker stereo di sisi bawah. Kualitas pengeras suaranya patut diacungi jempol. Karakter suaranya cukup oke dengan treeble dan bass yang cukup baik. Namun, karena sensasi bass yang terlalu intens, justru sedikit mengorbankan kualitas mid-nya. Meski begitu, tablet ini sudah menawarkan sensasi stereo yang cukup baik.

Begitu juga ketika tablet ini dipakai untuk bermain gim. Dengan layar yang lebih lega, memainkan beberapa judul gim terasa sangat menyenangkan. Bahkan, tablet ini bisa dipakai untuk bermain PUBG Mobile dengan lancar, meskipun fitur gyroscope-nya tidak aktif saat di dalam gim.

Fun station!

Menurut saya pribadi, tablet masih bisa menjadi perangkat untuk menikmati konten multimedia, browsing-browsing dan mengedit foto. Namun, ketika harus dipakai untuk menunjang aktivitas sebagai seorang jurnalis, tablet terasa sedikit kurang ringkas ketika dibawa liputan, dan kurang memenuhi kebutuhan aplikasi ketika dipakai untuk mengedit artikel untuk di tayangkan di situs tek.id.

Meski begitu, tablet masih menawarkan beberapa kemudahan lain dalam urusan edit foto ataupun video menggunakan beberapa aplikasi yang terdapat di Google Play Store. Hanya saja, pengalaman menggunakan tablet tidak akan seoptimal jika dibandingkan dengan laptop. Hal ini dikarenakan banyak aplikasi Android yang tidak dirancang untuk mendukung resolusi pada layar tablet.

Ketika saya dihadapkan dengan pilihan untuk membeli tablet ini, saya akan menggunakannya sebagai fun station. Dari mencari berita, menikmati konten multimedia, berinteraksi sosial, bermain gim, dan sedikit-sedikit melakukan editing ringan. Satu hal yang cukup menarik, tablet ini mampu bertahan hingga 7 Jam 42 Menit pemakaian.

 
Samsung Galaxy Tab A 10.1 2019
Bagus ...
  • Bezel tipis
  • Bodi metal
  • Layar tajam
Kurang ...
  • Audio kurang stereo
  • Tidak ada stylus
  •  
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: