×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Hanya 19% Perusahaan Indonesia Siap Adopsi AI, Commsult Tawarkan Implementasi yang Lebih Praktis

Oleh: Tek ID - Jumat, 27 Februari 2026 13:55

Hanya 19% perusahaan Indonesia siap adopsi AI. Commsult hadir dengan pendekatan implementasi AI yang lebih sederhana dan terarah.

Hanya 19% Perusahaan Indonesia Siap Adopsi AI Ilustrasi pengembangan AI. dok. Commsult

Minat perusahaan Indonesia terhadap kecerdasan buatan (AI) terus meningkat, tetapi kesiapan implementasinya masih tertinggal. 

Laporan Cisco AI Readiness Index 2024 mencatat hanya 19% organisasi di Indonesia yang tergolong siap mengadopsi AI secara menyeluruh.

Temuan ini kontras dengan laporan Google dan Bain & Company dalam riset “e-Conomy SEA 2025” yang menempatkan Indonesia dalam 20 besar negara dengan minat tertinggi terhadap AI. 

Artinya, ketertarikan terhadap teknologi ini tumbuh cepat, namun kemampuan untuk mengimplementasikannya belum sepenuhnya matang.

Kesenjangan tersebut juga terlihat dalam laporan McKinsey bertajuk “The State of AI in 2025: Agents, Innovation, and Transformation”. Dalam laporan itu disebutkan bahwa 50% perusahaan yang masuk kategori AI high performers menargetkan perubahan besar dalam tiga tahun ke depan, 3,6 kali lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang belum memanfaatkan AI secara strategis. 

Data ini menunjukkan strategi AI yang jelas berbanding lurus dengan percepatan transformasi bisnis.

Namun, di lapangan, banyak perusahaan masih ragu memulai. Tantangannya beragam, mulai dari menentukan penggunaan yang tepat, menilai kesiapan sistem internal, hingga memastikan teknologi yang dipilih relevan dengan kebutuhan operasional.

Menjawab kondisi tersebut, commsult, perusahaan teknologi asal Jerman dengan pengalaman lebih dari dua dekade, memperluas layanan implementasi AI bagi bisnis di Indonesia.

“Kami percaya masa depan bisnis Indonesia akan ditentukan oleh bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan AI secara strategis. Di commsult, kami menjadikan AI bukan sekadar konsep, tetapi solusi nyata yang telah diterapkan langsung pada keseharian,” ujar Yanfa Putra, Head of AI Transformation commsult.

Pendekatan yang ditawarkan commsult menitikberatkan pada proses yang lebih terstruktur dan sederhana, mulai dari asesmen kebutuhan, uji coba, penyesuaian sistem, hingga implementasi penuh. 

Fokusnya bukan pada teknologi yang rumit, melainkan pada bagaimana AI dapat bekerja di balik layar untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Salah satu implementasi dilakukan di industri hiburan, di mana AI digunakan untuk membandingkan video draft dan versi final guna memastikan seluruh revisi sesuai dengan brief. 

Solusi ini telah digunakan oleh sekitar 5.000 pengguna dan memproses lebih dari 500.000 konten. 

Hasilnya, proses pengecekan mampu menghemat sekitar 10.000 jam kerja—setara beban kerja 62 karyawan penuh selama satu bulan, sekaligus meningkatkan kualitas kontrol dan menekan biaya operasional.

Di sektor layanan pelanggan, chatbot berbasis AI yang dikembangkan commsult mampu menjawab sekitar 80% pertanyaan rutin tanpa menambah beban tim customer service. Dampaknya, waktu respons menjadi lebih cepat dan konsisten.

Sementara di sektor ritel, teknologi AI memanfaatkan rekaman CCTV untuk membaca pola kunjungan pelanggan dan mengidentifikasi area paling ramai di toko. 

Data ini membantu pengelola menata ulang produk secara lebih strategis dan mendorong impulse buying berbasis data.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha menilai keberhasilan implementasi AI kini tidak lagi ditentukan oleh kecanggihan algoritma semata, melainkan pada kemampuan integrasi dengan proses bisnis dan budaya kerja.

Menurutnya, konsultan dan integrator teknologi berperan sebagai orkestrator yang menyatukan strategi, manusia, dan sistem dalam satu keselarasan digital yang efektif.

Sejalan dengan pandangan tersebut, commsult mendorong penggunaan AI sebagai alat kerja yang mudah diadopsi dan relevan dengan operasional sehari-hari. 

×
back to top