Alibaba Resmi Jadi Mitra AI UEFA, Siapkan Pengalaman Nonton Sepak Bola yang Lebih Personal dan Interaktif
Alibaba menjadi mitra AI, cloud, dan e-commerce UEFA hingga 2033 untuk menghadirkan pengalaman sepak bola yang lebih personal.
Kerja sama Alibaba dan UEFA untuk pemanfaatan AI. dok. Alibaba
Alibaba Group resmi menjalin kemitraan jangka panjang dengan UEFA yang akan membawa teknologi kecerdasan buatan (AI), layanan cloud, dan e-commerce ke sejumlah kompetisi sepak bola terbesar di Eropa.
Kerja sama ini menandai langkah baru UEFA dalam memanfaatkan AI untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal, interaktif, dan dekat dengan penggemar di seluruh dunia.
Melalui kesepakatan tersebut, Alibaba menjadi mitra resmi dan eksklusif UEFA untuk kategori AI, cloud, dan e-commerce pada kompetisi antarklub putra UEFA, termasuk Liga Champions UEFA, Liga Eropa UEFA, dan Liga Konferensi UEFA mulai musim 2027/2028 hingga 2032/2033. Kemitraan ini juga mencakup ajang UEFA EURO 2028.
Fokus utama kolaborasi ini adalah pemanfaatan teknologi Alibaba Cloud dan model kecerdasan buatan Qwen untuk mendukung pengelolaan konten, operasional digital, serta meningkatkan keterlibatan penggemar melalui pengalaman menonton yang lebih cerdas dan dipersonalisasi.
- MediaTek Gandeng Foxtron Kembangkan Kendaraan Cerdas Berbasis AI Generasi Berikutnya
- BDx dan PLN Sepakati Pasokan Listrik 1,2 GW untuk Dorong Infrastruktur AI Nasional
- OutSystems dan AWS Hadirkan Solusi Agentic AI untuk Atasi Beban Sistem Lama Perusahaan
- OpenAI Ungkap 50 Cara Mahasiswa Indonesia Pakai ChatGPT, dari Persiapan Ujian hingga Simulasi Sidang
Presiden UEFA Aleksander Čeferin mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pihaknya untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pengalaman baru bagi para pencinta sepak bola.
“Keahlian Alibaba di bidang AI, cloud, dan e-commerce akan mendukung komitmen UEFA untuk terus berinovasi serta meningkatkan pengalaman penggemar di seluruh dunia. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang semakin mendekatkan penggemar dengan pertandingan melalui berbagai bentuk interaksi baru,” ujarnya.
Melalui dukungan AI generatif dan infrastruktur cloud, UEFA akan memiliki kemampuan untuk mengembangkan layanan digital generasi berikutnya yang memungkinkan penggemar memperoleh pengalaman yang lebih relevan sesuai preferensi masing-masing.
Teknologi tersebut juga diharapkan mampu memperkaya cara penggemar mengakses informasi, menikmati pertandingan, dan berinteraksi dengan kompetisi yang mereka ikuti.
Chairman Alibaba Group Joe Tsai menilai sepak bola memiliki kekuatan unik untuk menyatukan masyarakat dari berbagai negara dan budaya. Kesamaan visi tersebut menjadi landasan utama kerja sama antara Alibaba dan UEFA.
“Melalui kapabilitas cloud computing, AI terintegrasi, dan ekosistem e-commerce global yang kami miliki, kami siap mendukung UEFA dalam menghadirkan pengalaman kompetisi sepak bola yang semakin dekat dan relevan bagi para penggemar di seluruh dunia,” kata Tsai.
Selain menghadirkan inovasi berbasis AI, kemitraan ini juga membuka peluang bagi penggemar untuk memperoleh akses yang lebih mudah terhadap berbagai merchandise resmi kompetisi UEFA melalui jaringan e-commerce global Alibaba.
Kerja sama ini sekaligus menunjukkan semakin besarnya peran teknologi AI dalam industri olahraga. Jika sebelumnya AI banyak dimanfaatkan untuk analisis pertandingan dan operasional internal, kini teknologi tersebut mulai digunakan untuk membangun hubungan yang lebih personal antara kompetisi olahraga dengan basis penggemarnya yang tersebar di seluruh dunia.









