×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

AI Jadi Gerbang Baru Konsumen Mencari Produk, Avonetiq Hadirkan AVO AI

Oleh: Tek ID - Sabtu, 06 Juni 2026 14:01

Pergeseran pencarian dari Google ke AI mendorong brand beradaptasi agar direkomendasikan ChatGPT, Gemini, dan platform AI lain.

AI Jadi Gerbang Baru Konsumen Mencari Produk Peluncuran AVO AI. dok. Avonetiq

Perubahan cara konsumen mencari informasi mulai mengubah lanskap pemasaran digital global. Jika selama bertahun-tahun perusahaan berlomba menempati posisi teratas di mesin pencari, kini semakin banyak pengguna yang mengandalkan platform kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, hingga Google AI Overviews untuk mencari rekomendasi, membandingkan produk, dan mengambil keputusan pembelian.

Perubahan tersebut memunculkan tantangan baru bagi perusahaan. Keberhasilan sebuah brand tidak lagi hanya ditentukan oleh peringkat di halaman pencarian, tetapi juga oleh seberapa sering dan seberapa akurat brand tersebut direkomendasikan oleh sistem AI.

Melihat perubahan perilaku tersebut, Avonetiq meluncurkan AVO AI, sebuah platform yang dirancang untuk membantu perusahaan mengukur, memantau, dan meningkatkan kehadiran brand di berbagai platform AI generatif.

Peluncuran ini dilakukan di tengah meningkatnya peran AI sebagai sumber informasi utama bagi konsumen. Gartner bahkan memprediksi penggunaan mesin pencari tradisional akan turun hingga 25 persen pada 2026 seiring meningkatnya adopsi chatbot AI dan virtual agent sebagai sumber pencarian informasi. 

Sementara itu, Adobe Analytics mencatat trafik dari platform AI generatif ke situs ritel meningkat hingga 1.200 persen dalam tujuh bulan terakhir.

Co-Founder & Partner Avonetiq Alexandro Wibowo menilai perubahan tersebut menandai lahirnya babak baru dalam pemasaran digital.

“Selama bertahun-tahun, perusahaan mengukur keberhasilan kehadiran digital melalui peringkat pencarian, traffic website, atau engagement. Namun ketika konsumen mulai bertanya langsung kepada AI, metrik tersebut tidak lagi cukup untuk menggambarkan bagaimana sebuah brand ditemukan dan dipertimbangkan,” kata Alexandro.

Menurutnya, perusahaan yang mampu membangun representasi dan otoritas yang kuat di berbagai platform AI akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam pertimbangan konsumen bahkan sebelum proses pembelian dimulai.

AVO AI dikembangkan untuk membantu perusahaan memahami bagaimana brand mereka muncul dalam jawaban AI. 

Platform ini memungkinkan pengguna memantau frekuensi kemunculan brand di berbagai model AI, menganalisis sumber informasi yang digunakan sistem AI dalam menghasilkan jawaban, membandingkan posisi dengan kompetitor, hingga memperoleh rekomendasi strategis untuk meningkatkan visibilitas.

Berbeda dengan alat analitik digital konvensional yang berfokus pada performa website atau mesin pencari, AVO AI dirancang untuk mengukur bagaimana sebuah brand dipersepsikan dan direkomendasikan oleh AI generatif. 

Pendekatan ini dinilai semakin relevan karena konsumen kini mulai menggunakan AI sebagai pintu masuk utama untuk menemukan informasi.

Selain menyediakan pemantauan berkala, platform tersebut juga membantu pengguna mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi rekomendasi AI, mulai dari kualitas konten, struktur informasi, hingga sumber referensi yang dianggap kredibel oleh model AI.

Bagi Avonetiq, kemunculan AI Search menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam industri pemasaran digital sejak lahirnya mesin pencari modern.

Karena itu, kemampuan memahami cara kerja AI dalam merekomendasikan brand diperkirakan akan menjadi kompetensi baru yang dibutuhkan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

“Dulu brand fokus mencari cara agar ditemukan di mesin pencari. Sekarang tantangannya berkembang menjadi bagaimana brand direpresentasikan dalam jawaban AI. Ke depan, kemampuan sebuah brand untuk dipahami dan direkomendasikan oleh AI akan menjadi faktor penting yang memengaruhi cara konsumen menemukan, mengenal, dan mempertimbangkan sebuah produk maupun layanan,” ujar Alexandro.

×
back to top