SpaceX luncurkan 60 satelit Starlink sekaligus

SpaceX meluncurkan salah satu roket yang bisa digunakan kembali dari Cape Canaveral, Florida. Roket itu membawa 60 satelit sekaligus ke luar angkasa.

SpaceX luncurkan 60 satelit Starlink sekaligus (Foto: AP)

SpaceX meluncurkan salah satu roket yang bisa digunakan kembali dari Cape Canaveral, Florida. Roket itu membawa 60 satelit sekaligus ke luar angkasa. Ini merupakan muatan kedua Starlink yang direncanakan membawa puluhan ribu pemancar untuk mengorbit kemudian mengirimkan layanan internet di seluruh dunia.

Saat SpaceX meluncurkan batch pertama pengorbit Starlink pada Mei lalu, banyak astronom yang terkejut. Mereka khawatir konstelasi itu akan mendatangkan malapetaka pada penelitian ilmiah dan mengubah pandangan tentang bintang-bintang. Sejak saat itu, banyak ilmuwan telah menjalankan misi untuk mengukur dampak Starlink.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Tahun depan SpaceX bakal siapkan layanan internet Starlink untuk konsumen

SpaceX minta izin tambah 30 ribu satelit Starlink di orbit Bumi

Elon Musk mulai bagikan detail pesawat Starship


Menanggapi kekhawatiran itu, SpaceX mengatakan dirinya ingin mengurangi dampak potensial dari Starlink. Namun disaat yang sama, perusahaan tetap mengembangkan misinya tersebut.

Dilansir Seattle Times (12/11), Musk mengumumkan bahwa dirinya menggunakan Twitter menggunakan koneksi Starlink. Pasalnya perusahaan telah meminta izin dari Komisi Komunikasi Federal untuk mengoperasikan 30.000 satelit dimana 12.000 diantaranya telah disetujui.

Jika SpaceX berhasil mengirimkan banyak satelit ke orbit rendah Bumi, konstelasinya akan delapan kali lebih banyak dibanding jumlah total saat ini di orbit. Upaya ini lantas menambah kekhawatiran banyak astronom. 

James Lowenthal - seorang astronom di Smith College, pertama kali melihat rangkaian satelit Starlink yang seperti bintang palsu melintasi langit malam di musim semi. Ini dinilai merupakan polusi cahaya di langit. Dia menyadari adanya pergeseran di angkasa. Sebagian besar simpul Starlink pertama telah berpindah ke orbit yang lebih tinggi sehingga saat ini tak lagi terlihat oleh sebagian besar orang. Namun mereka masih terlihat di langit-langit yang gelap.

Juru bicara SpaceX mengatakan perusahaannya mengambil langkah untuk memperbaiki pangkalan satelit yang menghadap ke Bumi guna mengurangi daya pantulnya. Namun Anthony Tyson, seorang astronom di University of California, mengatakan upaya itu tidak akan menyelesaikan masalah.

"Jika ada banyak dan semakin banyak benda bergerak yang terang di langit, itu sangat menyulitkan pekerjaan kami.. Ini mengancam ilmu astronomi itu sendiri," kata Lowenthal. 

Sayangnya sejauh ini tidak ada peraturan yang berlaku untuk melindungi langit akan polusi cahaya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: