Sarung tangan ini mungkinkan Anda sentuh objek dalam VR

Sarung tangan VR ini terbuat dari material nilon, dengan hanya ketebalan 2 mm dan berbobot 8 gram per jari.

Sarung tangan ini mungkinkan Anda sentuh objek dalam VR Source: EPFL

Virtual Reality (VR) dapat memberikan pengalaman berbeda. Kita dapat melihat dunia yang berbeda, lengkap dengan objek-objek di sekitarnya. Sayangnya, kita tidak dapat menyentuh dan merasakan benda-benda di dalam sistem tersebut. Dilansir dari Engadget (20/10), sekelompok ilmuwan dari EPFL dan ETH Zurich berusaha untuk memenuhinya dengan menciptakan sepasang sarung tangan berteknologi tinggi yang diklaim mampu memberikan haptic feedback yang sangat realistis.

Mereka memberi nama sarung tangan tersebut dengan DextsES. Selain itu, sarung tangan ini diinformasikan berbeda dibandingkan dengan sarung tangan lain yang saat ini juga sedang dalam pengembangan.

Pertama, DextsES lebih ringan dan tidak dilengkapi eksoskeleton besar atau komponen berat. Sarung tangan VR ini terbuat dari material nilon, dengan hanya ketebalan 2 mm dan berbobot 8 gram per jari. Selain itu, DextsES digadang-gadang hanya memerlukan daya yang sangat kecil. Artinya, bisa menggunakan baterai.

kata Head of EPFL Soft Transducer Labolatory, Herbert Shea, “Kami ingin mengembangkan perangkat ringan yang, tidak sama seperti sarung tangan VR yang ada, tidak memerlukan eksoskeleton berukuran besar, atau kabel yang sangat tebal,”

Saat Anda menyentuh objek dalam VR, sistem menerapkan perbedaan tegangan yang menyebabkan serat pada sarung tangan bereaksi. Dengan memikian, jari Anda tidak dapat digerakkan karena tertahan sarung tangan. Inilah sebabnya seolah-olah Anda menyentuh benda sebenarnya.

Herbert menjelaskan, sistem tersebut hanya memerlukan sangat sedikit daya untuk beroperasi. Pasalnya, sarung tangan memblokir gerakan ketimbang mengkreasinya. Dari latar belakang inilah para peneliti sangat yakin mereka dapat menggunakan baterai berukuran sangat kecil untuk DextsES di masa mendatang. Para peneliti tersebut juga berharap dapat meningkatkan skala teknologi untuk aplikasi lain, seperti pelatihan dokter bedah menggunakan VR.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: