Peneliti China kembangkan kayu buatan yang tahan api

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances menggambarkan bahan polimerik berperforma tinggi dengan mikrostruktur seluler mirip kayu

Peneliti China kembangkan kayu buatan yang tahan api

Para ilmuwan China sedang mengembangkan stategi baru untuk merancang kayu buatan dalam skala besar. Proyek ini nantinya akan menjadi properti ringan dan berkekuatan tinggi, sebanding dengan kayu alami.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances menggambarkan bahan polimerik berperforma tinggi dengan mikrostruktur seluler mirip kayu. Tim peneliti yang dipimpin Yu Shuhong dari University of Science and Technology of China (USTC) itu, mengubah resin fenolik tradisional dan resin melamin menjadi bahan seperti kayu buatan dengan perakitan sendiri dan proses thermocuring.

Strategi mereka menyediakan cara baru untuk membuat dan merancang berbagai material komposit rekayasa biomimetik berkinerja tinggi dengan berbagai fungsi dan keunggulan yang diharapkan melebihi properti tradisional. Nantinya cara baru itu berpotensi diaplikasikan di bidang teknis lain yang lebih luas.

Resin termoset cair pertama dibekukan utnuk menyiapkan "green body" dengan struktur seluler, diikuti thermocuring untuk medapatkan kayu polimer buatan. Hasilnya akan sangat mampu dikendalikan baik dalam hal ukuran pori maupun ketebalannya.

Stategi ini juga mewakili pendekatan hijau untuk mempersiapkan kayu buatan yang multifungsi dengan menggabungkan berbagai nanomaterial seperti cellulose nanofiber dan graphene oxide

Dibanding kayu alami, kayu buatan akan memiliki ketahanan terhadap korosi yang lebih baik terhadap air dan asam tanpa penurunan sifat mekaniknya. Kayu buatan juga memiliki insulasi termal yang lebih baik serta tahan api.

Kayu polimerik buatan memiliki keunggulan lainnya dibanding rekayasa lain seperti bahan keramik seluler dan aerogel dalam hal kekuatan tertentu serta sifat insulasi termal. Yu menjelaskan "sebagai jenis bahan rekayasa biomimetik, keluarga baru dari kayu polimer ini seharusnya menggantikan kayu alami kerika digunakan di lingkungan yang keras,". Demikian dilansir Xinhua.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: