Jenis kristal baru ditemukan dalam percobaan replikasi Titan

Sejumlah ilmuwan berusaha membuat replika dari lingkungan Titan, satelit milik Saturnus. Dari hasil percobaan tersebut, didapati adanya jenis kristal baru.

Jenis kristal baru ditemukan dalam percobaan replikasi Titan Source: NASA

Titan, bulan milik Saturnus merupakan salah satu tempat yang paling menarik untuk diteliti menurut para ilmuwan. Pasalnya, Titan merupakan satu-satunya tempat selain Bumi yang memiliki cairan di tata surya. 

Namun ada perbedaan komposisi cairan antara di Bumi dengan Titan. Di satelit alami milik Saturnus itu, cairan yang ada tersusun dari metana dan etana. Untuk dapat membayangkan bagaimana bentuk metana dan etana cair tersebut, para ilmuwan membangun replika atmosfer Titan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Peneliti berhasil tumbuhkan kapas di Bulan

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan

Ilmuwan berhasil hasilkan energi dari udara dingin


NewAtlas (25/6) melaporkan, untuk membuat lautan tersebut, para peneliti mengisi wadah kriostat dengan nitrogen cair untuk menurunkan suhunya. Kemudian, wadah itu dihangatkan sedikit demi sedikit untuk mengubah nitrogen menjadi gas, yang merupakan sebagian besar material penyusun atmosfer Titan.

Molekul metana dan etana kemudian ditambahkan untuk membuat senyawa hidrokarbon yang diprediksi menggenang di permukaan Titan. Awalnya hal ini dilakukan untuk menguji desain kapal selam jika suatu hari nanti diadakan misi untuk menjelajah Titan. Namun faktanya, para ilmuwan tersebut menemukan hal baru. 

Ketika cairan itu menguap, ada residu berupa kristal Benzena. Sebenarnya hal ini normal, namun molekul etana yang terperangkap di dalamnya membuat ilmuwan tersebut bertanya-tanya. 

Umumnya cocrystal merupakan campuran asetilena dan butana. Unsur-unsur ini banyak ditemukan di Bumi dalam bentuk gas. Namun karena suhu Titan yang dingin, unsur tersebut membeku menjadi kristal. 

Jenis-jenis endapan itu telah berhasil diidentifikasi oleh para ilmuwan. Namun karena atmosfer yang kabur, belum dapat dipastikan jenis pesawat ruang angkasa apa yang sebaiknya dikirim untuk menelitinya secara langsung. Ada kemungkinan bahwa satelit milik Saturnus ini bisa menjadi rumah bagi makhluk hidup yang tidak bergantung pada adanya air. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: