Ilmuwan temukan fakta baru di Planet Mars

Seiring berjalannya waktu misi Curiosity di Mars, sejumlah ilmuwan kembali mengungkap fakta baru terkait Planet Merah itu.

Ilmuwan temukan fakta baru di Planet Mars Source: NewAtlas

Planet Mars sampai saat ini masih menyimpan sejuta misteri yang belum berhasil dipecahkan. Kendati kendaraan Curiosity milik NASA sudah menjalani misi selama enam tahun di planet merah itu, namun fakta baru terus bermunculan untuk mematahkan persepsi yang pernah dibangun untuk memahami planet tersebut.

Berbekal peralatan canggih yang disematkan pada armada Curiosity mengungkap fakta baru planet Mars. Sensor accelerometer merupakan salah satu teknologi yang dimanfaatkan para ilmuwan untuk mengungkap fakta baru tersebut. Dengan sensor yang sama seperti pada ponsel itu, para peneliti mampu mengukur data mengenai kepadatan lapisan batu Mars dengan lebih tepat.


BACA JUGA

NASA waspada, asteroid besar mendekati bumi

Ilmuwan kembangkan cara untuk ukur tekanan darah lewat selfie

Saking panasnya, logam berat menguap di planet ini


Enam tahun berkeliling, Curiosity akhirnya sampai di kawah Gale. Di kawah ini, Curiosity berhasil mengumpulkan contoh batuan Mars dan menemukan bahwa terdapat molekul organik berusia setidaknya 3 miliar tahun. Namun bukan itu yang mengejutkan para peneliti, melainkan kepadatan batu di sekitar Gunung Sharp yang berada di pusat kawah Gale.

“Kami memperkirakan kepadatan batuan di sekitar gunung Sharp adalah 2.810 kilogram per meter kubik. Namun kepadatan terbesar yang keluar dari penelitian kami jauh lebih sedikit--1.680 kilogram per meter kubik.” ujar Travis Gabriel, seorang mahasiswa pasca sarjana di Universitas Negeri Arizona, seperti dilansir dari NewAtlas (1/2).

Para ilmuwan tersebut meneliti kembali perjalanan Curiosity selama lima tahun pertama di Mars. Kemudian mereka mencatat pengukuran gaya gravitasi di lebih dari 700 titik. Data tersebut makin menarik ketika Curiosity mulai mendaki gunung Sharp. Ilmuwan menemukan bahwa bagian bawah gunung Sharp ternyata lebih keropos daripada yang selama ini diduga.

Untuk diketahui, beberapa tahun lalu, sejumlah ilmuwan di sana menduga bahwa kawah Gale dulunya merupakan sebuah danau. Namun, badai pasir di planet itu, membawa pasir dan membuat endapan di danau tersebut. Selanjutnya material pembentuk gunung Sharp mulai terbawa dan terkumpul di tengah kawah selama jutaan tahun.

Proses terbentuknya gunung Sharp sendiri masih menjadi perdebatan di kalangan para ilmuwan. Kendati tidak meredakan perdebatan terkait terbentuknya gunung Sharp, temuan Curiosity baru-baru ini dipandang sebagai petunjuk yang sangat berharga bagi para peneliti untuk mengungkap misteri planet merah tersebut.

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Sains Mars