Ilmuwan temukan danau air di Mars

Sebuah danau air yang cair berukuran 12 mil telah terdeteksi oleh radar di lapisan es kutub selatan Mars

Ilmuwan temukan danau air di Mars (Foto: Mail Guardian)

Sebuah danau air yang cair berukuran 12 mil telah terdeteksi oleh radar di lapisan es kutub selatan Mars. Hal ini terungkap berdasarkan studi baru oleh para peneliti dari Badan Antariksa Italia yang diterbitkan di jurnal Science. Temuan ini semakin menunjukkan adanya kehidupan di wilayah tersebut.

Bukti dari penemuan tersebut dikumpulkan oleh peralatan Mars Advanced Radar for Subsurface dan Ionosphere Sounding, yang juga dikenal sebagai MARSIS, pada pesawat ruang angkasa Mars Space Agency di Eropa. Antara Mei 2012 hingga Desember 2015, MARSIS digunakan untuk mensurvei kawasan Planum Australe, yang berada di bagian es kutub selatan di Mars.


BACA JUGA

NASA berhasil temukan air di salah satu asteroid

Setelah mengalami kerusakan, roket Soyuz berhasil mendarat di ISS

Pesawat ini terbang mengandalkan elektroda


Para ilmuwan mengoperasikan radar penembus tanah di atas wahana luar angkasa European Space Agency’s Mars Express yang mengorbit di Mars. Danau air itu berada di sekitar satu mil di bawah lapisan es Mars dan tampak mirip dengan Danau Vostok, yang ditemukan 2,4 mil di bawah Antartika dan berisi lebih dari 3.500 spesies. 

"Penemuan mengejutkan ini merupakan sorotan untuk ilmu planet dan akan berkontribusi pada pemahaman kita tentang evolusi Mars, sejarah air di planet tetangga kita," kata Dmitri Titov, ilmuwan proyek ES Express, Mars Express.

"Durasi panjang Mars Express, dan upaya melelahkan yang dibuat oleh tim radar untuk mengatasi banyak tantangan analitis, memungkinkan hasil yang sangat ditunggu-tunggu ini, menunjukkan bahwa misi dan muatannya masih memiliki potensi sains yang besar."

Mars Express diluncurkan pada 2 Juni 2003 dan akan menghabiskan 15 tahun di orbit Mars, yaitu hingga 25 Desember tahun ini. Para ilmuwan telah lama menduga air cair pernah berlimpah di Mars karena bukti dari danau dan sungai yang kering. Diduga cairan dari danau juga kemungkinan berada d bawah kutub karena lelehan air menurun di bawah gletser.

Penyelidikan radar menunjukkan bawa kutub selatan Mars terbuat dari banyak lapisan es dan debu pada kedalaman sekitar satu mil namun kemudian berubah menjadi air. "Ini anomali bawah permukaan di Mars memiliki sifat radar yang cocok dengan air atau sedimen yang kaya air," kaya Roberto Orosei, peneliti utama percobaan MARSIS dan penulis utama makalah yang diterbitkan dalam jurnal Science.

"Kami telah melihat petunjuk bawah permukaan Mars yang menarik selama bertahun-tahun namun kami tak dapat mereproduksi hasil dari orbit ke orbit, karena tingkat pengambilan sampel dan resolusi data kami sebelumnya terlalu rendah," ujarnya memungkas. Demikian dilansir The Guardian.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: