Ilmuwan Harvard temukan cara cetak organ secara 3D

Dalam sebuah demonstrasi video, mereka menggambarkan bagaimana cara menciptakan ratusan ribu blok pembangun organ yang berasal dari sel batang (stem).

Ilmuwan Harvard temukan cara cetak organ secara 3D Source: Wyss Institute via Engadget

Semenjak bertahun-tahun lalu, banyak ilmuwan yang bereksperimen dengan menumbuhkan organ manusia. Tetapi sayangnya belum ada teknologi yang mendukungnya. Organ yang tumbuh di labolatorium seringkali terlalu kecil untuk digunakan pada manusia dan tidak memiliki mekanisme yang cukup efisien untuk mengirimkan oksigen.

Dilansir dari Engadget (6/9), sekelompok peneliti di Harvard Wyss Institute berhasil mengembangkan solusi yang akan mencetak pembuluh darah secara 3D pada jaringan hidup. Makalah mereka, yang diterbitkan di Science Advances, menjelaskan bagaimana teknik baru yang disebut metode Sacrifial Writing Into Fungtional Tissue (SWIFT), akan memungkinkan pembuatan organ berukuran lebih besar dan lebih efektif.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Modul pendarat bulan misi Chandrayaan-2 ditemukan

India putus kontak dengan wahana antariksa Chandrayaan-2

Transfer data dari luar angkasa kini capai 600 Mbps


Tim tersebut berhasil membuat jaringan jantung yang dapat berdenyut secara bersamaan selama tujuh hari. Dalam sebuah demonstrasi video, mereka menggambarkan bagaimana cara menciptakan ratusan ribu blok pembangun organ yang berasal dari sel batang (stem). Kemudian tim menyusun sel induk menjadi cetakan.

Selanjutnya tim dengan cepat memetakan tinta dalam matriks menggunakan teknik pencetakan 3D. Tinta kemudian dihapus untuk membuka saluran yang dapat berfungsi sebagai pembuluh darah. Lumen yang terbuka di pembuluh darah dilapisi dengan sel endotel, agar lebih menyerupai organ sebenarnya.

Tidak seperti tulang atau kulit yang dicetak secara 3D, organ cetak 3D ini juga membutuhkan replikasi jaringan pembuluh luas yang membawa oksigen dan nutrisi ke organ. Para ilmuwan mengatakan bahwa metode SWIFT dapat bekerja dengan semua sel, termasuk organoid, tubuh embrioid, dan spheroid multisel. Meski teknologinya masih dalam tahap awal, ia bisa membuka jalan bagi organ yang tumbuh di labolatorium dalam waktu dekat.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: