Ilmuwan berhasil kembangkan sistem pendaratan pesawat otonom

Para peneliti di Techniche Universität München berhasil mengembangkan sistem pendaratan yang benar-benar otomatis agar penerbangan lebih praktis.

Ilmuwan berhasil kembangkan sistem pendaratan pesawat otonom Andreas Dekiert / C2Land

Memang, banyak pesawat yang dapat mendarat secara otomatis. Tetapi pesawat tersebut tidak benar-benar mendarat dengan sendirinya, karena bandara membimbing mereka dengan sinyal radio (Instrument Landing System). Tentu saja, jika ada bandara kecil yang tidak memiliki fitur tersebut, maka tidak ada pilihan untuk pesawat mendarat secara otonom.

Dilansir dari Engadget (7/7), para peneliti di Techniche Universität München berhasil mengembangkan sistem pendaratan yang benar-benar otomatis agar penerbangan lebih praktis. Para ilmuwan tersebut, baru-baru ini menguji sistem yang menggunakan kombinasi visi komputer dan GPS agar dapat membuat pesawat mendarat dengan mulus.


BACA JUGA

Purwarupa pesawat Airbus terinspirasi dari burung

Teknologi laser bisa ukur keamanan gedung saat gempa

Teknologi laser bisa ukur keamanan gedung saat gempa


Teknologi anyar ini memanfaatkan GPS untuk melakukan navigasi, selain itu juga memanfaatkan cahaya dan kamera inframerah untuk melihat landasan pacu dan mengatur posisinya yang akurat bahkan ketika kabut atau hujan membatasi jarak pandang. Setelahnya pesawat dapat menghitung keadaan jalanan dan kemudian mendarat dengan sendirinya.

Pengembangan sistem proyek ini masih seumuran jagung. Pengujian pendaratan pada akhir Mei lalu berjalan sesuai harapan. Pesawat mengenali landasan pacu dari jarak jauh dan mendarat di garis tengah tanpa sentuhan tangan pilot sama sekali. Jika sistem ini sudah benar-benar disempurnakan, sistem dapat menjadikan pendaratan otonom di hampir seluruh lapangan udara. Sistem ini juga dapat menghadirkan ‘pilot’ cadangan. Cara ini juga mungkin sebuah cikal bakal penerbangan otonom dari awal hingga akhir perjalanan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: