Ban ini andalkan gesekan jalan agar dapat hasilkan listrik

Konsep ban pembangkit energi sudah lama diimpikan oleh para peneliti dari Kansai University di Jepang, dengan sistem yang terdiri dari ban mobil biasa dan perangkat pembangkit energi khusus.

Ban ini andalkan gesekan jalan agar dapat hasilkan listrik Source: Sumitomo via New Atlas

Menyimpan sebagian energi di dalam dan di sekitar roda mobil saat melaju di jalan adalah ide yang sangat menarik. Metode ini telah terlihat oleh salah satu produsen ban ternama dengan konsep Goodyear BH03 pada tahun 2015 lalu.

Dilansir dari New Atlas (25/7), pabrikan lain yang memungkinkan metode yang sama adalah Sumitomo Rubber dengan memproduksi ban yang akan memanfaatkan gesekan jalanan untuk menghasilkan listrik.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Peneliti berhasil tumbuhkan kapas di Bulan

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan

Ilmuwan berhasil hasilkan energi dari udara dingin


Konsep ban pembangkit energi sudah lama diimpikan oleh para peneliti dari Kansai University di Jepang, dengan sistem yang terdiri dari ban mobil biasa dan perangkat pembangkit energi khusus yang disematkan di dalam ban.

Di dalam perangkat itu terdapat dua lapisan karet yang masing-masing tertutup elektroda, bersama dengan film bermuatan negatif yang berinteraksi dengan film bermuatan positif. Saat ban berputar dan jejaknya berubah bentuk, ia menghasilkan semacam bentuk listrik statis yang dikenal sebagai pengisian gesekan (frictional charging).

Kemudian modul perangkat mengubahnya menjadi listrik yang dapat digunakan untuk memberi daya pada aksesori tertentu, seperti lampu dasbor atau radio. Pada tahun 2015, ada sekelompok peneliti dari University of Wisconsin-Madison yang bekerja pada teknologi yang sama, mampu mamanfaatkan gesekan ban untuk menyalakan lampu mobil.

Belum ada informasi lebih lanjut terkait komersialisasi teknologi ini, tetapi Sumitomo membayangkan pada awalnya teknologi ini dapat digunakan untuk menyalakan hal-hal seperti monitor tekanan ban. Ini memiliki dukungan dari Badan Sains dan Teknologi Jepang, dan akan terus mengembangkan teknologi dengan harapan dapat diperluas untuk memberi daya pada perangkat lain.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: