sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
Selasa, 15 Sep 2020 13:24 WIB

Astronom deteksi bentuk kehidupan di planet Venus

Sejumlah astronom mengklaim telah berhasil mendeteksi bentuk kehidupan di planet Venus. Hal ini terlihat melalu kandungan senyawa phosphine di atmosfer planet tersebut.

Astronom deteksi bentuk kehidupan di planet Venus

Tim astronom percaya bahwa mereka berhasil menemukan tanda-tanda kehidupan di planet lain. Kali ini, tanda kehidupan itu terdapat di atmosfer Venus. Dalam dua laporan tertulis, para astronom itu menjelaskan bahwa mereka mendeteksi adanya phosphine, senyawa kimia berupa gas beracun yang tidak berwarna dan mudah terbakar. 

Kehidupan yang dimaksud di sini bukanlah bentuk kehidupan alien layaknya di dalam film. Makhluk hidup yang dimaksud oleh para astronom itu adalah mikroorganisme yang hidup di planet Venus. 

Jane Greaves, seorang anggota astronom tersebut mengungkapkan bahwa phosphine pertama kali terdeteksi pada 2017 lalu. Kemudian pada Maret 2019, para peneliti berhasil mengkonfirmasi adanya senyawa tersebut menggunakan teleskop di Chile. Mereka menemukan senyawa itu berada di level 5 hingga 20 ppb (parts per billion). Jumlah ini diketahui ribuan kali lebih banyak dari pada jumlah senyawa yang terdapat di atmosfer Bumi. 

Dilansir dari Engadget (15/9), para peneliti sampai saat ini belum berhasil mengumpulkan mikroorganisme dari Venus atau bahkan mengambil gambarnya. Sampai saat ini, yang berhasil diketahui adalah secara teori, mikroba bisa menghasilkan phosphine. Meski begitu, beberapa peneliti lain tidak yakin kalau phosphine itu diproduksi oleh bentuk kehidupan anaerob. 

Hasil penelitian ini masih dapat dikatakan terbatas. Pasalnya, para astronom tersebut tidak memiliki banyak waktu untuk meneliti Venus. Penelitian ini hanya dapat dilakukan ketika posisi Venus berada tepat di atas Bumi. Tidak hanya itu, pandemi Covid-19 juga dikatakan menghambat para astronom tersebut dalam menjalankan penelitian ini. 
 

Share
×
img
×
tekid
back to top