sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
Senin, 01 Feb 2021 10:15 WIB

The Little Things susul kesuksesan Wonder Woman di HBO Max

Diungkapkan langsung oleh Wakil Presiden eksekutif HBO Max, The Little Things akan menyusul kesuksesan Wonder Woman 1984.

The Little Things susul kesuksesan Wonder Woman di HBO Max

Film thriller kriminal yang dibintangi Denzel Washington dan Rami Malek, The Little Things menduduki puncak tangga box office domestik. Pada debutnya, film ini meraup USD4,8 juta dari 2.171 bioskop di Amerika Utara. Pada saat yang bersamaan, film juga tersedia bagi pelanggan HBO Max. Ini merupakan satu dari 17 film Warner Bros yang tayang perdana secara bersamaan di bioskop dan layanan streaming HBO Max.

Angka di atas memang tidak sensasional apabila dicatat saat kondisi normal. Namun di era pandemi ini, empat jutaan merupakan angka yang jarang pernah ada apalagi dicatat dalam satu pekan penayangan. Meski HBO Max tidak melaporkan berapa banyak penonton yang tercatat, namun perusahaan mengatakan film itu akan naik ke peringkat teratas di platform.

“Kami benar-benar sangat senang dengan kinerja The Little Things milik Warner Bros di HBO Max yang segera naik ke nomor ssatu, di mana saat ini tetap ada,” kata Wakil Presiden eksekutif HBO Max dan manajer umum Andy Forssell yang dikutip dari Variety (1/2). “Menyusul kesuksesan terobosan Wonder Woman 1984, The Little Things menunjukkan selera tak terpuaskan yang dimiliki pemirsa kami untuk film berkualitas tinggi.”

Seperti diketahui, The Little Things merupakan film yang berfokus pada cerita dua petugas polisi dalam menangkap seorang pembunuh berantai, yang disutradarai oleh John Lee Hancock. Sayangnya, film yang diperankan Rami Malek ini belum ditayangkan di Indonesia. Film aksi dengan rating-R atau dewasa ini mencatat waktu penayangan via HBO Max terbesar di Rusia dengan penjualan USD1,1 juta dan diikuti Arab Saudi dengan USD871 ribu.

Tetap saja, ini adalah masa-masa suram bagi industri bioskop. Setiap film yang berharap pada penayangan layar lebar, harus melalui penundaan jadwal tayang berkali-kali. Seperti James Bond pada Januari lalu dikabarkan akan diundur dari Mei ke Oktober. Ini mendorong studio saingannya, Sony Pictures mengundurkan seluruh film mereka yang akan tayang, di antaranya Morbius, Ghostbusters Afterlife, Cinderella, dan A Quiet Place II. Universal juga mengikuti jejak ini dengan menjadwalkan ulang Fast & Furios 9. Dan masih banyak lagi film yang menerima pengunduran jadwal tayang.

Share
×
tekid
back to top