PUBG dan Fortnite absen di SEA Games. Ini Alasannya!

SEA Games dipastikan akan menghadirkan eSports sebagai salah satu cabang olahraga. Sayangnya, gim seperti PUBG dan Fortnite tampak absen. Apa alasannya?

PUBG dan Fortnite absen di SEA Games. Ini Alasannya! Source: PCGames

Ajang South East Asia Games (SEA Games) 2019, dipastikan akan menghadirkan cabang olahraga baru, eSports. Berbeda dari gelaran Asian Games tahun lalu, cabang eSports pada pesta olahraga yang akan diadakan di Manila ini tak lagi bersifat sebagai eksibisi saja. Esport akan menyumbangkan medali bagi para pemenangnya.

Setidaknya ada enam gim yang akan dipertandingkan dalam cabang eSports di SEA Games 2019. Enam gim tersebut akan berasal dari tiga platform dengan dua gim pada masing-masing platform. Adapun gim tersebut terdiri dari NBA 2K19 dan Tekken 7 untuk platform gim konsol, DOTA 2 dan Starcraft II untuk platform desktop serta Mobile Legend: Bang Bang dan Arena of Valor yang berasal dari platform mobile.


BACA JUGA

Dua tim eSports RRQ dan EVOS dapat sponsor baru

Semakin banyak penyelenggara hadirkan eSport di Indonesia

Ini kata ketua IeSPA soal eSports di Indonesia


Sayangnya, sejumlah gim yang saat ini sedang tenar, seperti PUBG, Fortnite dan yang disebut memiliki banyak pemain lintas negara seperti CS:Go, Call of Duty: Black Ops justru tidak termasuk dalam daftar gim yang akan dipertandingkan di SEA Games.

Untuk diketahui, menurut PLT Sekjen KOI, Hellen Sarita Delima, salah satu kriteria yang harus dimiliki sebuah gim untuk dapat dimainkan dalam ajang SEA Games adalah tidak mengandung unsur kekerasan.

“Yang masih menjadi perbincangan itu, eSports tidak boleh mengandung model-model program kekerasan. Itu sangat dipertentangkan,” ujar Hellen Sarita Delima.

Selanjutnya Hellen menambahkan bahwa diakuinya eSports sebagai cabang olahraga berdampak pada kriteria yang ditetapkan. Gim yang dapat dimainkan dalam cabang eSports harus mengikuti kriteria sport internasional.

Senada dengan penuturan Hellen, presiden IeSPA, Eddy Lim juga mengatakan penyebab belum masuknya gim seperti PUBG dalam cabang olahraga SEA Games nanti.

“Gim tembak-tembakan walaupun masih kontroversi (mengandung kekerasan), berarti ada drama. Selama masih ada kontroversi kita tidak memilihnya,” ujar Eddy.

Eddy Lim menekankan bahwa PUBG tidak dipilih semata-mata bukan karena kekerasan. Ia mengatakan kontroversi dibalik gim tersebut yang menjadi penyebabnya. Visualisasi senjata dan bom dinilai menjadi salah satu pertimbangan dari gim satu ini.

“Karena ada teroris, ada bom,” ujar Eddy.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: