PewDiePie, YouTuber bermulut sampah paling tenar sejagat

Akibat tidak bisa mengontrol diri. Mulutmu harimaumu!

PewDiePie lagi-lagi menuai kontroversi. YouTuber terpopuler sejagat itu tersandung isu rasial. Saat sedang siaran langsung di kanal YouTube miliknya, sembari memainkan game Battle Royale, PewDiePie mengumpat saking frustrasinya menembaki pemain lain. Hanya saja, umpatannya itu melukai ras manusia lain, karena menggunakan kata-kata tidak pantas, N-word.

Memang, PewDiePie langsung mengoreksi dirinya saat itu juga, namun nasi sudah jadi bubur. Ini bukan pertama kali PewDiePie terkena masalah rasial. Februari lalu, Wall Street Journal mengunggah video review soal PewDiePie yang kerap melancarkan guyonan anti-semit.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Soal verifikasi, CEO YouTube angkat bicara

YouTube hadirkan persyaratan baru untuk verifikasi channel

YouTube gelar FanFest Showcase di empat kota


YouTube sebenarnya sudah bereaksi dan melancarkan sikapnya terhadap PewDiePie. Mereka memberi label red service di bagian tombol subscribe pada kanal PewDiePie. Namun, PewDiePie seakan tidak belajar dari kesalahannya.

Beberapa kali PewDiePie secara sadar melancarkan guuyonan anti-semit. Sampai suatu hari, The Daily Stormer mendeklarasikan dirinya sebagai penggemar PewDiePie nomor satu di dunia. Perlu diketahui, The Daily Stormer adalah situs web yang menjunjung tinggi ras kulit putih di atas ras manusia lain serta mengklaim diri sebagai Neo Nazi. The Daily Stormer pun ditendang dari layanan hosting Google dan GoDaddy.

PewDiePie menyadari bahwa dia mereferensikan semangat Nazi dalam beberapa rekaman video miliknya. Dia sadar betul bahwa ada jutaan penonton di belakangnya.

Dia pun mencoba untuk membela diri atas video siaran langsungnya yang menggunakan kata terlarang, N-word. "Pemain lain melakukan gerakan yang menyebalkan, dan aku mencoba memikirkan kata yang buruk untuknya. Saya pun mengucapkan n*****. Saya tahu, penonton tidak akan menghiraukannya." ujar PewDiePie.

Dicekal pengembang game

Sean Vanaman, salah seorang di balik game sukses Firewatch, bereaksi terhadap PewDiePie. Dia mengisi formulir laporan Digital Millenium Copyright Act (DMCA) yang ditujukan bagi PweDiePie. Isinya, meminta Twitter untuk menghapus semua video dan streaming PewDiePie yang sedang memainkan game-game buatan perusahaannya.

"Dia (PewDiePie:red) lebih buruk dari rasis yang sembunyi-sembunyi. Dia provokator ujaran sampah yang punya daya rusak bagi budaya di industri ini." ujar Sean.

Sean pun meminta pengembang game lainnya untuk melakukan tindakan serupa, yakni membolkir konten video game yang dimainkan PewDiePie, sumber pemasukan utamanya selama ini.

Dampaknya pun terasa. Video Firewatch yang diunggah PewDiePie 2016 silam sempat diturunkan dari YouTube. Padahal, penontonnya mencapai 5,7 juta. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: