Waspada Menggunakan Wi-Fi Publik, Ini Risiko dan Cara Aman Mengaksesnya
Wi-Fi publik membantu banyak orang mendapatkan koneksi internet gratis. Namun, ada risiko yang perlu dipahami. Ini cara aman untuk mengaksesnya.
Ilustrasi wifi publik. dok: Pexels
Wi-Fi publik kini menjadi fasilitas umum yang mudah dijumpai, mulai dari kafe, bandara, hotel, hingga transportasi publik.
Kehadirannya memudahkan masyarakat untuk tetap terhubung ke internet saat bepergian. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat sejumlah risiko keamanan yang patut diwaspadai.
Melansir dari UsNorton hampir 60 persen pengguna internet di dunia pernah mengakses email pribadi melalui jaringan Wi-Fi publik.
Tanpa perlindungan yang memadai, kebiasaan ini berpotensi membuka celah bagi kejahatan siber, mulai dari pencurian data hingga pembajakan akun.
Berikut risiko utama penggunaan Wi-Fi publik serta langkah-langkah yang dapat dilakukan agar tetap aman.
Risiko Menggunakan Public Wi-Fi
Salah satu persoalan utama public Wi-Fi adalah minimnya sistem keamanan. Banyak jaringan publik tidak dilengkapi enkripsi yang kuat, sehingga data pengguna dapat diakses oleh peretas dalam jaringan yang sama.
Jaringan Tidak Terenkripsi
Banyak hotspot publik masih menggunakan jaringan tanpa enkripsi. Artinya, data yang dikirimkan, seperti informasi login, email pribadi, hingga data perbankan, dapat dikirim dalam bentuk teks biasa. Kondisi ini memudahkan peretas untuk menyadap aktivitas online pengguna.
Hotspot Palsu
Hotspot palsu sering dibuat dengan nama yang menyerupai jaringan resmi. Contohnya, perbedaan kecil seperti Goodnight Inn dan GoodNight Inn dapat mengecoh pengguna.
Saat terhubung ke jaringan palsu ini, seluruh lalu lintas internet dapat dipantau oleh pelaku kejahatan.
Serangan Man-in-the-Middle (MITM)
Serangan man-in-the-middle terjadi ketika pihak ketiga menyusup di antara komunikasi pengguna dan situs atau aplikasi yang diakses. Dalam kondisi ini, peretas dapat memantau, mencuri, bahkan memodifikasi data, termasuk kredensial login dan informasi kartu kredit.
Penyebaran Malware
Public Wi-Fi juga berpotensi menjadi media penyebaran malware. peretas dapat mengeksploitasi celah keamanan perangkat untuk memasang spyware, ransomware, atau menjadikan perangkat korban sebagai bagian dari serangan DDoS tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Packet Sniffing
Dengan teknik packet sniffing, pelaku kejahatan dapat mengendus lalu lintas data dalam jaringan Wi-Fi. Aktivitas ini memungkinkan mereka melihat situs yang dikunjungi, file yang dikirim, hingga data sensitif yang berpindah melalui jaringan.
Tips Aman Menggunakan Public Wi-Fi
Meski berisiko, public Wi-Fi tetap bisa digunakan dengan lebih aman jika disertai langkah pencegahan yang tepat. Berikut ini langkah-langkah tapat untuk mencegah peretasan saat menggunakan Wi-Fi publik:
Gunakan VPN
Menggunakan VPN (Virtual Private Network) merupakan salah satu cara paling efektif untuk memastikan keamanan saat terhubung ke Wi-Fi publik.
VPN mengenkripsi koneksi internet Anda, sehingga jauh lebih sulit bagi peretas untuk menangkap atau mengakses data Anda.
Dengan begitu, data Anda tetap terlindungi meskipun menggunakan jaringan publik. Bahkan, VPN premium menawarkan enkripsi kuat untuk menjaga privasi saat online.
Aktifkan Autentikasi Dua Faktor
Dengan Autentikasi dua faktor, akun Anda tetap terlindungi meskipun kata sandi berhasil dicuri.
Metode ini mengharuskan Anda memberikan dua atau lebih bentuk verifikasi, seperti kata sandi yang diikuti kode yang dikirim ke ponsel Anda.
Lapisan verifikasi tambahan ini membuat akses ilegal dari peretas jauh lebih sulit.
Pastikan Situs Menggunakan yang Aman
Saat menggunakan Wi-Fi publik, pastikan Anda hanya mengunjungi situs web yang aman. Situs aman ditandai dengan alamat URL yang diawali HTTPS di mana huruf “s” menunjukkan adanya enkripsi untuk melindungi data. Hindari situs dengan HTTP”, karena lalu lintas datanya lebih mudah disadap.
Perhatikan juga ikon gembok di sebelah alamat situs sebagai tanda keamanan tambahan. Jika browser menampilkan peringatan terkait sertifikat keamanan situs, sebaiknya hindari situs tersebut.
Matikan Fitur Berbagi File
Menonaktifkan fitur berbagi file adalah langkah penting untuk melindungi perangkat saat menggunakan Wi-Fi publik. Jika fitur ini aktif, perangkat lain dalam jaringan yang sama dapat mengakses file Anda, yang sangat berisiko di jaringan publik yang tidak aman.
Peretas dapat memanfaatkan fitur ini untuk mengakses dokumen pribadi, foto, atau data sensitif lainnya.
Hindari Akses Data Sensitif
Sebisa mungkin, jangan membuka layanan perbankan, memasukkan kata sandi penting, atau melakukan transaksi finansial saat terhubung ke public Wi-Fi. Gunakan jaringan ini hanya untuk aktivitas berisiko rendah seperti membaca berita atau menonton video.
Atur Pengaturan Koneksi Perangkat
Nonaktifkan fitur Connect Automatically agar perangkat tidak langsung terhubung ke jaringan Wi-Fi terbuka. Langkah ini mengurangi risiko terhubung ke hotspot palsu tanpa disadari.
Selalu Logout Setelah Digunakan
Jika menggunakan komputer publik, pastikan Anda keluar dari akun setelah selesai. Pada perangkat pribadi, pilih opsi forget network agar tidak otomatis terhubung kembali ke jaringan yang sama.
Gunakan Antivirus
Menggunakan dan memperbarui antivirus secara rutin merupakan langkah cerdas untuk melindungi perangkat saat menggunakan Wi-Fi publik. Antivirus dapat mendeteksi dan memblokir malware yang bersembunyi di jaringan tidak aman.
Saat terhubung ke Wi-Fi publik, perangkat rentan terhadap ancaman seperti virus, spyware, dan malware pencuri data. Antivirus yang baik akan memindai perangkat secara real-time dan menghentikan ancaman sebelum menimbulkan kerusakan.
Wi-Fi publik memang menawarkan kemudahan akses internet di berbagai tempat. Namun, tanpa kewaspadaan, pengguna berisiko menjadi korban kejahatan siber.
Dengan memahami ancamannya dan menerapkan langkah-langkah keamanan dasar, penggunaan public Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih aman.









