Kiprah Danu Wicaksana, dari dunia fesyen hingga memimpin TCASH

Rekam jejak Danu Wicaksana memang tak secara langsung terkait dengan fintech, namun dia telah memiliki pandangan fintech memiliki masa depan dan potensi yang besar

Kiprah Danu Wicaksana, dari dunia fesyen hingga memimpin TCASH (Foto: Tek.id)

Masa depan fintech dalam kacamata Danu Wicaksana

Masa depan fintech dinilai Danu potensinya masih sangat besar. Apalagi faktanya di Indonesia dimana 50 persen penduduknya dibawah usia 30 tahun, menjadi target dan penggerak yang cocok dengan berbagai solusi berbasis teknologi termasuk fintech. Belum lagi jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening bank masih sangat besar. Fakta ini menjadikan fintech masih punya peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia.

Sebagaimana diketahui berbagai layanan fintech telah hadir di Indonesia baik dalam kategori payment, peer to peer lending atau manajemen resiko dan investasi. TCASH sendiri merupakan startup yang menajajakan layanan payment yang bisa digunakan di berbagai merchant baik lokal maupun nasional.

fintech payment ditilik Danu juga memiliki peluang yang besar dengan mengandalkan pengguna. Namun seiring waktu, meski pemain di ranah fintech banyak hadir di Indonesia, hanya beberapa perusahaan yang akan mampu bertahan. Sederhananya, perusahan fintech juga memiliki kemungkinan mengalami konsolidasi sebagaimana operator seluler di Tanah Air.

Berkaca dari India dan China, puluhan penyedia layanan fintech payment sempat mewarnai kedua negara tersebut. Namun seiring waktu hanya tiga pemain saja yang mampu bertahan, sementara sisanya memilih konsolidasi atau menutup perusahaan.

"Nah yang kita lihat disini juga akan seperti itu. Jadi akan terjadi konsolidasi ke depan atau eliminasi secara natural, dimana seluruh pemain-pemain ini akan muncul tapi lama-lama mengerucut," katanya.

Akankah TCASH lepas dari Telkomsel?

Sebagaimana diketahui TCASH memulai debutnya dibawah naungan Telkomsel. Penggunanya saja saat itu hanya pelanggan Telkomsel. Lantas apakah TCASH akan menjadi lebih mandiri dibawah kepemimpinan Danu Wicaksana?

Tak dipungkiri memiliki induk yang sudah 'mapan' memang cukup menguntungkan. TCASH bisa memanfaatkan user base serta aset-aset yang telah dimiliki Telkomsel untuk membangun bisnisnya lebih lanjut.

Danu juga menyebutkan "Brand Trust" yang menjadi nilai positif bagi TCASH sebagai anak perusahaan Telkomsel, sehingga pihaknya bisa memberikan kenyamanan dan kepercayaan lebih kepada pengguna. 

"Misalnya saldo hilang, mau complain ke siapa? Pelanggan TCASH kalau ada apa-apa bisa ke GraPari, kalau ada sesuatu yang terjadi Telkomsel akan tanggungjawab. Sedangkan temen-temen startup kalau saldo hilang mau complain kemana?," kata Danu.

Terkait bayang-bayang Telkomsel, Danu memang tak menampik adanya wacana agar TCASH menjadi perusahaan yang independen. Dirinya juga mengakui adanya perbedaan budaya perusahaan dimana TCASH layaknya startup yang tak begitu mengedepankan 'formalitas', sehingga wacana untuk menjadi perusahaan independen juga menjadi perhatian.

Namun demikian Danu tak menargetkan agar TCASH bisa segera terlepas dari Telkomsel. Alih-alih independen, kini Danu lebih gencar menggunakan kesempatan yang ada untuk mensinergikan dan memanfaatkan aset yang ada di perusahaan induknya.

Sebagai upaya awal, TCASH kini juga tak hanya bisa digunakan oleh pelanggan Telkomsel. Seluruh pengguna operator seluler yang beroperasi di Indonesia bisa mengunduh TCASH di toko aplikasi dan menggunakannya sebagaimana pengguna Telkomsel.

Lebih dari setahun memimpin TCASH

Danu enggan mengumbar apa yang telah dia lakukan di TCASH selama lebih dari 12 bulan memimpin perusahaan. Menurutnya, posisi CEO bukanlah untuk mengeksekusi melainkan membangun atmosfer dengan timnya agar mampu mencapai tujuan perusahaan dengan baik. 

Beberapa pencapaian TCASH setahun ini yaitu menjalin kerjasama di ranah transportasi bersama BlueBird, kereta Railink Soekarno-Hatta, Cengkareng dan Kualanamu, Medan; serta BRT Semarang untuk layanan pembayarannya. Ketiganya merupakan langkah awal TCASH untuk dapat digunakan dalam ranah transportasi, setelah sebelumnya kuat menjalin kemitraan bersama perusahaan Food and Beverage (F&B).

Gebrakan lainnya yang dilakukan TCASH yaitu menjadi layanan pembayaran di SPBU dengan menjalin kerjasama bersama Pertamina. Dengan opsi ini, dijelaskan Danu praktik perampokan, pencurian serta uang palsu akan mampu diminimalisir.

Pengguna terdaftar selama setahun ini juga diklaim Danu meningkat hingga 4-5 kali lipat. Pengguna aktifnya pun meningkat hingga 8-10 kali. Selain itu, TCASH juga kini mampu memudahkan pengguna untuk upgrade layanan hanya dengan mengunggah foto KTP dan melakukan video call dengan agen TCASH melalui ponsel mereka, atau disebut fitur electronic-Know Your Customer (e-KYC). Proses ini disebut Danu telah disetujui oleh Bank Indonesia.

Kedepannya Danu berambisi untuk membawa TCASH menjadi opsi pembayaran pada transportasi massal seperti MRT, LRT, Trans Jakarta, Commuter Line, dan sebagainya. Lebih lanjut, bersama dengan rekan strategis, Danu juga berharap TCASH bisa memasuki ranah financial service yang mampu memberikan pinjaman kepada pengguna dengan bunga lebih kecil.

 

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: