YouTube Red diperluas ke 100 negara

Menurut Susan Wojcicki, YouTube Red akan diperluas ke 100 negara

YouTube Red diperluas ke 100 negara

CEO YouTube, Susan Wojcicki baru saja mengumumkan bahwa YouTube Red akan memperluas layanan berlangganannya ke sebanyak 100 negara. Dilansir dari TechCrunch (13/2), Hal ini diumumkan oleh Susan Wojcicki dalam konferensi Recode Code Media di Huntington Beach, California.

Selain itu, Wojcicki juga mengatakan bahwa YouTube akan mendatangkan 10 ribu orang untuk membuat konten di platform-nya. Sayangnya, perusahaan ini belum menetapkan batas waktu untuk merekrut mereka.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

YouTube Music gantikan Play Music di Android 10

YouTube terapkan sistem pencarian komentar baru

Beberapa channel YouTuber terkenal diretas hacker


Layanan berlangganan ini pertama kali ini diluncurkan pada bulan Oktober 2015 silam, dengan biaya sebesar USD9,99 (sekitar Rp130 ribu). Layanan berlangganan ini menawarkan fasilitas bebas iklan dan dirancang sebagai pengganti Google Music Key, sebagai cara yang lebih mudah untuk menonton atau mendengarkan video di YouTube dan Play Music.

Dalam YouTube Red, pihak YouTube akan membagi pendapatan berlangganan dengan pemegang hak konten tersebut. Selain itu, YouTube juga telah menandatangani kontrak dengan kreator independen, label rekaman, jaringan TV, dan studio film. Sebelumnya, YouTube Red mengalami kendala dengan kasus Logan Paul.

Saat itu, dalam vlog Logan Paul dia seolah menemukan mayat di hutan Aokigahara. Dari sana lah, Logan Paul langsung dikecam netizen dan hingga akhirnya Paul memutuskan untuk menghapus video tersebut. Semenjak kejadian itu, YouTube langsung menangguhkan iklan di akun YouTube Paul.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: