Traveloka akuisisi Pegipegi dan dua startup online travel lainnya

Traveloka kabarnya mengakuisisi Pegipegi, Mytour (Vietnam) dan Travelbook (Filipina). Ini membuat Traveloka jadi salah satu yang terkuat di Asia tenggara.

Traveloka akuisisi Pegipegi dan dua startup online travel lainnya

Traveloka telah mengakuisisi tiga agen perjalanan online (Online Travel Agent/OTA). Pegipegi, Mytour dan Travelbook disebut sebagai startup yang telah dibeli oleh Traveloka. Untuk diketahui, Pegipegi merupakan startup asal Indonesia, sementara Mytour dan Travelbook berasal dari Vietnam dan Filipina.

Laporan TechinAsia menyebutkan, sebelum akuisisi berlangsung, ketiga startup itu merupakan anak usaha perusahaan Jepang, Recruit Holdings. Januari lalu Recruit Holdings menyatakan bahwa seluruh kepemilikannya atas tiga startup itu ditransfer ke Jet Tech Innovation Ventures Pte Ltd, yang berbasis di Singapura.


BACA JUGA

Melalui TMI, Telkomsel tingkatkan aktivitas investasi dan kemitraan strategis dengan Startup

Tanggapan Traveloka soal akuisisi Pegipegi

Raih kucuran dana baru, Crowde targetkan bantu 100.000 petani


Pantauan Tech in Asia, pemegang saham tunggal perusahaan merupakan Jet Tech Ventures Pte Ltd, yang sepenuhnya dimiliki oleh Traveloka, dengan CEO Ferry Unardi sebagai Direktur. Recruit Holdings sendiri menyatakan pasar OTA yang kompetitif di Asia Tenggara menjadi alasan di balik penjualan ketiga startup tersebut.

Menilik pertumbuhan bisnisnya, baik Travelbook maupun Mytour mencatat kerugian selama tiga tahun, yaitu antara 2014 hingga 2016. Sementara Pegipegi melaporkan laba senilai USD158.000, dari penjualan bersih sekitar USD29 juta. Jumlah tersebut menyusut 94 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi lain Traveloka disebut meningkatkan anggaran untuk mendongkrak penjualan pemesanan pesawat dan hotel. Sayangnya Traveloka menolak menanggapi kabar ini.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: