sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id praxis
Rabu, 23 Sep 2020 15:33 WIB

Teknologi Plasmacluster Sharp mampu basmi virus hingga 91,3%

Uji coba inovasi teknologi ini, dimulai sejak April dan kini telah selesai. Sebagai gambaran, jumlah virus menular jika tanpa plasmacluster mencapai sekitar 17.600.

Teknologi Plasmacluster Sharp mampu basmi virus hingga 91,3%
Source: Pexels

Pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman berbagai negara di dunia. Berdasarkan data dari World Health Organizations (WHO), terdapat 31,3 Juta penduduk yang terpapar virus Covid-19 hingga saat ini dan salah satu penyebarannya kemungkinan terjadi melalui udara. Memang hal tersebut belum dapat dibenarkan secara pasti. Namun jika udara yang diperoleh berkualitas buruk, secara cepat uadara akan terkontaminasi berbagai virus.

Peristiwa tersebut menginspirasi Sharp untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19 yang semakin meningkat. Sharp berhasil memberikan inovasi baru bagi dunia, dengan mengembangkan teknologi Plasmacluster sejak tahun 2000 silam. Hasil temuan ini menjadi salah satu produk yang telah dipatenkan oleh Sharp dan sukses lolos serangkaian tes yang diuji oleh 30 institusi dunia. Kemampuan teknologi ini juga terbukti dalam melumpuhkan berbagai tipe mikroba maupun virus pembawa penyakit.

Plasmacluster mampu membersihkan dan menetralisir udara-udara kotor yang ada di dalam ruangan manapun. Cara kerjanya cukup mudah, yaitu ion - ion yang tercipta dari ion generator akan menyebar ke seluruh ruangan. Dengan begitu, ion positif dan negatif dapat menempel ke bagian tubuh dari pada virus, mikroba, dan lain-lain. Kemudian proses ini secara langsung melumpuhkan virus dan mikroba tersebut, sehingga ia menjadi tidak aktif. 

Inovasi ini menjadi salah satu solusi bagi situasi yang terjadi saat ini, “Hasil uji cobanya adalah teknologi plasmacluster ampuh meminimalisir jumlah virus corona baru yang tersuspensi di udara,” kata Manager of Global Plasmacluster Equipment Planning SHARP Corporation, Hiromasa Okajima.

Uji coba inovasi teknologi ini, dimulai sejak April dan kini telah selesai. Sebagai gambaran, jumlah virus menular jika tanpa plasmacluster mencapai sekitar 17.600. Tetapi dengan plasmacluster, hanya terdapat 1.530 virus. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi baru Sharp berhasil mengurangi virus hingga 91,3%. Manfaat lain dari plasmacluster sendiri yaitu dapat membuat kulit pengguna menjadi lebih lembab dan sehat, terlebih dapat mematikan jamur yang berkembang dalam makanan atau minuman, serta bau yang tidak sedap. 

Teknologi ini sudah diterapkan dalam beberapa produk Sharp diantaranya Air Purifier, Air Conditioner, Refrigerator, dan Ion Generator. Produk-produk yang telah menerapkan teknologi plasmacluster ini dapat membantu kehidupan sehari-hari terutama saat berada dirumah. “Jangka waktu untuk mengganti filter dalam produk plasmacluster mulai 2 tahun hingga 10 tahun. Dengan rajin membersihkan dan merawat filter tersebut, maka dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama,” ujar Head Section PCI Product Strategy SHARP Indonesia, Yudha Hari Putra.

Hiromasa Okajima menegaskan bahwa Sharp kedepannya akan melakukan uji coba yang lebih dekat kepada kondisi pemakaian aktual, secepatnya setelah lingkungan pengujiannya siap. Uji coba keampuhan melawan virus corona baru akan terus dilanjutkan, terlebih untuk virus-virus baru yang bahkan hingga saat ini belum muncul. Sharp juga mengklaim akan terus meningkatkan efektifitas inovasi teknologi ini bersama dengan para pakar dan evolusi teknologi peralatan.

Share
×
tekid
back to top