Startup mulai migrasi ke layanan cloud

Selain melakukan efisiensi, para startup dan UMKM melihat keamanan dari sisi teknologi cloud kini semakin membaik

Startup mulai migrasi ke layanan cloud Direktur Infinys System Indonesia, Louis Larry (Chandra)

Layanan cloud kini semakin dilirik para pemilik bisnis. Kebanyakan, mereka melakukan migrasi ke layanan cloud untuk melakukan transformasi digital, yang nantinya akan membantu mereka mendapatkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan menggunakan teknologi tradisional.

Dan ternyata, hal ini tidak hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar saja. Para penggiat UMKM dan para pemilik usaha startup pun kini sudah menggunakan layanan cloud untuk mempermudah bisnis mereka.


BACA JUGA

NetApp soroti perkembangan cloud di tahun 2019

IBM keluarkan Rp517 triliun untuk akusisi Red Hat

ViBi Cloud luncurkan solusi cloud untuk UMKM dan bisnis menegah


Direktur Infinys System Indonesia, Louis Larry menyebut jika hal ini sudah mulai terlihat di layanan miliknya. Dari 10 ribu pengguna yang terdaftar di Infinys, hampir setengahnya adalah oleh startup dan UMKM.

“Sekitar 35 hingga 40 persen layanan kami kini sudah dikuasai oleh startup. Sedangkan 20 persennya datang dari UMKM dan lainnya,” kata Larry saat acara peluncuran Infinys 2.0 di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Ada beberapa alasan yang kemudian membuat para pelaku UMKM dan pemilik startup melakukan transformasi digital. Selain bisa mendapatkan efisiensi biaya, kini mereka mulai menyadari jika menyimpan data di cloud jauh lebih aman.

“Keamanan di cloud sudah tidak menjadi pertanyaan. Mereka yakin kalau keamanan di cloud lebih baik.” tegas Larry. “Jika disimpan di server fisik kantor, justru funerability lebih besar. Bisa saja seseorang masuk ke ruangan server, lalu menyalin data yang ada. Kan datanya bisa langsung berpindah tangan.”

Larry melanjutkan, “Kalau di cloud, pengguna bisa memilih siapa saja yang bisa melihat data yang mereka simpan. Bahkan, kami saja tidak dapat melihat data yang ada.”

Kemudian, saat ditanya bidang startup atau UMKM apa yang kini banyak menggunakan layanan cloud, Larry menyebut mayoritas dikuasai oleh satu bidang. “Kebanyakan mereka yang memiliki e-commerce yang menggunakan jasa cloud,” pungkasnya.

Terakhir, dia menyebut jika kedepannya, layanan cloud akan terus berkembang. Apa lagi, saat ini sudah banyak perusahaan teknologi besar yang merubah target produk mereka, seperti Microsoft yang semula berjualan key untuk Windows atau Microsoft Office kini mulai berjualan layanan cloud

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: