Mobil listrik Hyundai dan KIA isi ulang tenaga pakai panel surya

Dua pabrian mobil asal Korea Selatan, Hyundai dan KIA coba manfaatkan teknolgi solar panel untuk membantu mengisi ulang baterai di mobil listrik dan hibrida.

Mobil listrik Hyundai dan KIA isi ulang tenaga pakai panel surya

Dua pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai dan KIA dikabarkan tengah berencana melengkapi beberapa mobilnya dengan panel surya di bagian atap dan kap-nya. Dilansir dari Engadget (1/11), solar panel tersebut dibuat untuk membantu mengisi ulang baterai di mobil listrik dan hibrida. Meski diletakkan di atap mobil, pengendara tetap dapat melihat ke atas melalui sunroof.

Meski panel surya di generasi pertama akan terbatas pada mobil hibrida beratap konvensional, atap semi transparan generasi kedua akan diterapkan di mobil sebagai bagian dari sistem sunroof panoramic. Ada pula sistem generasi ketiga yang dalam tahap uji coba agar dapat menghasilkan daya dari atap dan kap pada saat bersamaan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Pengusaha Indonesia dukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap

Energi terbarukan tidak sepenuhnya ramah lingkungan

Peneliti klaim angin di Greenland dapat beri listrik negara lain


Cara tersebut diklaim efektif. Model generasi pertama dapat mengisi ulang 30 hingga 60 persen daya baterai mobil hibrida per hari tergantung pada cuaca dan lingkungan. Meski hal tersebut terdengar biasa saja, panel surya secara signifikan menghemat waktu saat isi ulang. Selan itu teknologi ini tetap memungkinkan pengendara menggunakan tenaga bahan bakar ketika suatu hari tidak memungkinkan untuk mengisi ulang via stop kontak.

Anda baru akan melihat teknologi panel surya generasi pertama pada 2019 mendatang. Jika terbukti berhasil, teknologi ini bisa dikatakan dapat menjadi hal yang biasa di antara para pabrikan mobil. Ini adalah poin penjualan yang baik bagi konsumen yang memiliki kesadaran lingkungan. Di sisi lain, solusi ini juga bisa memikat perusahaan yang tengah berjuang untuk memenuhi efisiensi bahan bakar dan standar emisi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: