Kolaborasi Sony dan Microsoft rancang pesaing Stadia

Selain akan dapat memungkinkan gamer melakukan streaming gim di layanan cloud Microsoft Azure, pengguna juga dapat mengkonsumsi layanan multimedia dengan lebih mudah.

Kolaborasi Sony dan Microsoft rancang pesaing Stadia Kerja sama Microsoft dan Sony (Microsoft)

Google baru saja meluncurkan salah satu layanan streaming gim milik mereka, yakni Stadia beberapa bulan yang lalu. Layanan ini akan memungkinkan para gamer untuk bermain gim tanpa mengunduhnya, alias langsung mengaksesnya dari layanan cloud.

Melihat tantangan dari Google, Microsoft dan Sony tak mau kalah. Namun, alih-alih membuat solusi penantang Stadia sendirian, kedua perusahaan tersebut memilih untuk kolaborasi untuk membuat ekosistem pesaing Stadia.


BACA JUGA

AWS bekerjasama dengan pemerintah Indonesia beri pelatihan cloud

Red Hat Hybrid Cloud System tawarkan inovasi kompetitif

Pokemon Home jadi layanan cloud terbaru


Kedua perusahaan ini akan menggunakan layanan Microsoft Azure, yang saat ini fokus dalam melayani cloud computing. Tak hanya akan dapat memainkan gim di cloud seperti Stadia, ekosistem ini juga akan menawarkan konten multimedia bagi para penggunanya.

Sony juga akan menggunakan pusat data Microsoft untuk platform permainan dan streaming yang mereka miliki saat ini. Ini berarti, perjanjian tersebut dapat membuka kemungkinan cross-play di masa depan.

Hal ini menarik untuk diikuti karena selama ini, permintaan Microsoft untuk melakukan cross-platform gameplay bersama antara Xbox dan PlayStation selalu ditentang oleh Sony. Mereka baru berhasil membujuk Nintendo untuk mulai mencoba layanan cross-platform gameplay.

Kemitraan ini secara efektif memungkinkan Sony memanfaatkan teknologi Microsoft untuk membantu bidang-bidang yang telah diperjuangkan perusahaan selama ini, seperti dilaporkan Engadget (17/5/2019). Sony selama ini mendapat kritik karena kecepatan unduh gim yang lambat, sesuatu yang biasanya tidak mengganggu pemilik Xbox.

Menggunakan pusat data Azure dan beralih ke solusi cloud Microsoft, memungkinkan Sony untuk fokus pada platformnya sendiri daripada mencoba memecahkan masalah teknis lain. Sony juga akan memanfaatkan layanan AI Microsoft untuk meningkatkan antarmuka pengguna dalam produk-produknya.

Di sisi lain, Microsoft memiliki keuntungan tersendiri dari perjanjian ini. Selain menambah pelanggan ke bisnis cloudnya yang sudah sangat menguntungkan, perusahaan akan mendapatkan akses ke konten yang dimiliki oleh Sony.

Mereka merencanakan menggunakan konten tersebut untuk menciptakan "solusi sensor gambar cerdas baru".

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: