Ini penjelasan soal Snapdragon Elite Gaming

Snapdragon Elite Gaming ternyata bukan sebuah teknologi, melainkan sebuah terminologi mengenai pengalaman para gamer dalam memainkan gim.

Ini penjelasan soal Snapdragon Elite Gaming Qualcomm Snapdragon 855 (Engadget)

Qualcomm memperkenalkan istilah baru dalam acara Qualcomm Tech Summit 2018. Istilah ini membuat penasaran para gamer mobile di seluruh dunia. Qualcomm menyebutnya sebagai Elite Gaming. Apakah arti dari istilah tersebut?

Ternyata, Snapdragon Elite Gaming bukan satu fitur, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pengalaman pengguna tertentu saat bermain game di ponsel ber-platform Snapdragon.


BACA JUGA

Pengadilan kabulkan permintaan Qualcomm larang Apple jual iPhone

Qualcomm perkenalkan Snapdragon 8cx, prosesor PC 7nm pertama

Hasil benchmark Snapdragon 855 bocor di internet


Istilah ini baru digunakan pada prosesor Snapdragon 855. Menurut Qualcomm, baru prosesor ini saja yang mampu merepresentasikan dengan tepat kemampuan untuk mengukur pengalaman bermain level Elite Gaming.

Secara garis besar, Snapdragon Elite Gaming didefinisikan oleh kombinasi kinerja grafis, kualitas grafis, kualitas audio, dan pengalaman permainan online. Dari performa dan kualitas grafis, Qualcomm mengatakan bahwa Snapdragon 855 membuat game loading lebih cepat. Tidak hanya mampu memuat gim lebih cepat, namun juga membuat memuat aplikasi selain game juga lebih cepat.

Dalam gaming, grafik dan imersi gamer adalah faktor besar dalam keseluruhan pengalaman bermain. Mereka berjanji prosesor ini memiliki GPU yang 20 persen lebih cepat dari pendahulunya. 

Mereka juga memperkenalkan Physically Based Rendering (PBR). Teknologi ini merupakan teknik render bayangan permukaan yang lebih rumit, yang kini umum digunakan dalam gim PC.

Hingga saat ini, masih belum ada gim yang menggunakan teknologi ini di perangkat mobile. Namun melihat perkembangan gim yang semakin pesat, maka tak heran sebentar lagi kita akan melihat teknik ini di gim smartphone.

Qualcomm juga menjelaskan, bahwa sebuah permainan diprogram menggunakan API Vulkan 1.1, maka overhead driver dikurangi (dibandingkan OpenGL ES), dan lebih banyak kinerja yang diperas dari perangkat keras.

Karena grafik menjadi lebih cepat, hal ini diarahkan untuk menangani "Game Jank" alias stuttering dalam bahasa PC. Ini terjadi ketika kecepatan dan sinkronisasi game tidak sinkron dengan frekuensi layar (v-sync). Gejalanya adalah FPS yang turun naik, yang mengarah ke pengalaman bermain yang buruk.

Kemampuan komputasi tambahan juga memungkinkan game untuk berjalan dalam kualitas HDR. Ditambah prosesor juga dapat melakukan pemrosesan pasca pada layer, seperti yang dilakukan selama pengeditan akhir film. Pengguna dapat menambahkan lapisan akhir efek untuk menambahkan detail atau mengubah suasana.

Profil komputasi keseluruhan Snapdragon 855 juga memungkinkan untuk menjalankan gim VR dan AR dalam mode optimal. Perusahaan asal Amerika tersebut juga mengatakan mereka memiliki pengoptimalan XR tertentu, tetapi kebanyakan berkaitan dengan kemampuan grafis pada GPU + CPU ketika mengalihkan 6DoF ke unit lain (DSP, ISP). Gunanya untuk menyebarkan beban kerja komputasi.

Tak ketinggalan, prosesor ini juga sudah mampu menampilkan video hingga resolusi video 4K ke televisi.

Di sisi peningkatan audio, Qualcomm menggunakan teknologi AptX Qualcomm terbaru yang memastikan pengguna mendapatkan audio HD bahkan melalui Bluetooth. Tentunya dengan latensi minimum.

Qualcomm Aqstic akan menangani konversi digital ke analog (melalui DAC), noise-cancellation, dan menciptakan efek surround sound. Sepertinya, kualitas dari teknologi ini sudah selevel audio Hi-Res.

Bagi mereka yang senang bermain gim online, prosesor ini juga menawarkan fitur konektivitas yang lebih baik. Dengan menggunakan chipset jaringan baru, mereka menjanjikan pengalaman jaringan low-latency yang akan meningkatkan pengalaman gaming yang minim lag.

Selain itu, dengan hadirnya jaringan 5G, pengalaman bermain gim di 60 fps pun bisa terjadi dengan mudah. Begitulah seperti telah dirangkum dari laman Ubergizmo (7/12).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: