Cisco dan NVIDIA Kembangkan Secure AI Factory, Percepat Implementasi AI dari Data Center hingga Edge
Cisco dan NVIDIA kembangkan Secure AI Factory untuk jalankan AI lebih cepat dan aman dari data center hingga edge.
Ilustrasi pusat data AI. dok. Cisco
Cisco bersama NVIDIA memperluas kolaborasi melalui pengembangan Secure AI Factory, sebuah arsitektur yang memungkinkan perusahaan menjalankan kecerdasan buatan (AI) secara lebih cepat, aman, dan terintegrasi, mulai dari pusat data hingga lokasi edge seperti rumah sakit, gudang, dan kendaraan operasional.
Pengembangan ini menjawab kebutuhan industri yang semakin mendesak untuk mengoperasikan AI dalam skala besar tanpa harus mengorbankan performa maupun keamanan.
Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat memangkas waktu implementasi AI dari hitungan bulan menjadi hanya beberapa minggu.
Chair and CEO Cisco Chuck Robbins mengatakan tantangan utama organisasi saat ini bukan lagi soal potensi AI, melainkan bagaimana menerapkannya secara aman.
- Kaspersky Ingatkan Bahaya Interaksi Berlebihan dengan AI, Berdampak pada Mental dan Keamanan Pengguna
- OutSystems Jadi Leader AI Agent Builders G2 2026, Catat NPS 95 dan Kepuasan Pengguna Nyaris Sempurna
- Hitachi Vantara Perkuat Hitachi iQ, Dorong Implementasi Agentic AI yang Aman dan Siap Produksi
- Puskesmas Mulai Gunakan AI untuk Deteksi Risiko Kehamilan, Bidan Cukup Foto Buku KIA
“Bersama NVIDIA, kami menghadirkan arsitektur yang menetapkan standar baru, sehingga implementasi dan pengamanan infrastruktur AI menjadi lebih sederhana,” ujarnya.
Sementara itu, CEO NVIDIA Jensen Huang menekankan pentingnya keamanan dalam setiap lapisan sistem AI.
“Keamanan harus diintegrasikan dari silicon hingga software untuk melindungi data, aplikasi, dan infrastruktur,” katanya.
Salah satu fokus utama pengembangan ini adalah kemampuan menjalankan AI langsung di lokasi data dihasilkan (edge).
Hal ini penting untuk mendukung kebutuhan real-time, seperti analisis video di pabrik atau pengambilan keputusan cepat di sektor kesehatan.
Cisco menghadirkan dukungan perangkat keras dan sistem jaringan berkecepatan tinggi, termasuk switch terbaru dengan kapasitas hingga 102,4 Tbps yang dirancang untuk menangani beban kerja AI skala besar.
Di sisi lain, integrasi dengan GPU NVIDIA memungkinkan pemrosesan AI tetap optimal meski dijalankan di luar data center.
Selain performa, aspek keamanan menjadi prioritas utama. Cisco mengintegrasikan teknologi Hybrid Mesh Firewall dan AI Defense untuk melindungi infrastruktur AI dari ancaman eksternal maupun risiko internal, termasuk interaksi antar agen AI yang semakin kompleks.
Pendekatan ini juga memungkinkan perusahaan mengadopsi model Zero Trust, di mana setiap akses diverifikasi secara ketat untuk mencegah potensi kebocoran data.
Menurut laporan industri, kebutuhan untuk memindahkan pemrosesan AI ke edge akan terus meningkat, seiring berkembangnya aplikasi berbasis AI yang membutuhkan respons instan.
Kolaborasi Cisco dan NVIDIA dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan tersebut, sekaligus mengurangi kompleksitas integrasi sistem.









