Bosch dan Daimler tawarkan mobil yang bisa parkir otomatis

Bosch menangani bagian infrastruktur fungsi parkir otomatis, yang bekerja bersama dengan teknisi Daimler pada kendaraan Mercedes-Benz.

Bosch dan Daimler tawarkan mobil yang bisa parkir otomatis Source: Bosch / Daimler via Engadget

Dua perusahaan ternama dari Jerman, Daimler dan Bosch telah menerima persetujuan dari regulator negara untuk menjalankan fungsi parkir otomatis dengan SAE Level 4, yang berarti sepenuhnya tanpa bantuan manusia sama sekali. Persetujuan ini diinformasikan muncul empat tahun setelah perusahaan mulai menggarap teknologi tersebut.

“Keputusan pihak berwenang ini menunjukkan bahwa inovasi seperti parkir valet otomatis dimungkinkan di Jerman terlebih dahulu. Mengemudi dan parkir secara otonom adalah pondasi penting untuk mobilitas masa mendatang. Sistem parkir otomatis menunjukkan seberapa jauh kami mengalami kemajuan di sepanjang jalur pengembangan,” kata anggota dewan Bosch, Dr. Markus Heyn.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Toyota uji coba mobil listrik Prius dengan panel surya

Ini dia rekor untuk mobil otonom tercepat di dunia

Sang legenda VW Beetle klasik berubah jadi mobil listrik


Level 4 adalah sebutan oleh Society of Automotive Engineer (SAE) yang berarti kendaraan dapat menangani semua aspek mengemudi dalam kondisi tertentu tanpa campur tangan manusia. Hingga sekarang, ada uji coba Level 4 lainnya dalam pekerjaan, tetapi semuanya melibatkan orang di belakang kemudi jika ada keadaan darurat.

Dilansir dari TechCrunch (23/7), Bosch menangani bagian infrastruktur fungsi parkir otomatis, yang bekerja bersama dengan teknisi Daimler pada kendaraan Mercedes-Benz. Pengguna dapat mengakses layanan valet otonom melalui aplikasi smartphone.

Bosch dan Daimler mulai mengembangkan parkir secara otomatis pada tahun 2015. Kemitraan awal itu termasuk car2go, unit car-sharing Daimler. Perusahaan-perusahaan tersebut memulai debutnya dengan fungsi parkir valet otomatis pada tahun 2017 di garasi parkir Mercedes-Benz Museum. Tahun berikutnya dan setelah pengujian intensif, pengunjung museum dapat menguji layanan parkir otomatis dengan satu peringatan penting: seorang pengemudi selalu berada di belakang kemudi.

Pengunjung dapat memesan kendaraan dari fasilitas menggunakan aplikasi smartphone. Kendaraan mereka akan tiba secara sendirinya ke tempat penjemputan yang ditunjuk di garasi parkir. Begitu pengunjung selesai dengan kendaraan, mereka bisa mengirimkannya ke zona drop-off. Kendaraan kemudian akan mengarahkan dirinya ke tempat parkir yang ditentukan, dipandu oleh infrastruktur garasi dan sensor di dalam mobil.

Program uji coba selama ini agak sempit cakupannya dan dibatasi oleh keselamatan pengemudi. Tetapi ini melayani tujuan penting bagi Bosch, Daimler dan bahkan perusahaan lain yang berharap untuk menggunakan fungsi mengemudi otomatis di Jerman.

Jerman tidak memiliki proses persetujuan resmi untuk fungsi mengemudi secara otonom tanpa pengawasan manusia. Sejak awal, Bosch dan Daimler termasuk otoritas dari Stuttgard dan negara bagian kementrian transportasi Baden-Württemberg bersama dengan para ahli dari otoritas sertifikasi Jerman TÜV Rheinland.

Ini bukan satu-satunya proyek Bosch-Daimler yang sedang dikerjakan. Perusahaan membentuk kemitraan pada tahun 2017 untuk membawa kendaraan otonom sepenuhnya ke jalan perkotaan “pada awal dekade berikutnya.” Tahun lalu, perusahaan tersebut mengumumkan rencana untuk mengemudikan layanan robotaxi di San Jose, California.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: